Mataram_ Saat ini penanganan pasca panen dan pengolahan produk hortikultura masih bersifat tradisional sehingga mengakibatkan tingkat kerusakan dan kehilangan cukup tinggi. Pengepakan dan pengangkutan belum dilakukan dengan baik sehingga mengakibatkan kerusakan produk. Permintaan komoditas hortikultura menunjukan trend yang meningkat, sehingga upaya peningkatan mutu produk perlu diprioritaskan. Sebagian besar petani di NTB masih bersifat tradisional dalam penanganan pasca panen produk pertanian, sehingga banyak mengalami penyusutan kualitas dan kuantitas yang berdampak terhadap nilai jual. Di sisi lain, pengetahuan dan keterampilan petani dalam bidang pengolahan hasil masih sangat minim, sehingga tidak dapat meningkatkan nilai tambah.
UPTD Balai Latihan Masyarakat dan Transmigrasi Prov. NTB melaksanakan Pelatihan Pengelohan Hasil Pertanian dengan sumber dana APBD dan jumlah peserta 30 orang. kegiatan ini dilakanakan dari tanggal 12 – 18 Juli 2017 dengan peserta berasal dari data base  Desa  dari Bappeda Prov. NTB yang masih tergolong belum sejahtera yaitu Desa  Selebung – Loteng (10 orang),  Desa Jambu – Dompu (10 orang) dan Desa Tolotangga – Bima (10 orang) dan masih banyak desa lainnya.

Acara ini langsung dibuka oleh Bapak Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. NTB, Drs. H. Wildan. Dalam arahannya, Pelatihan  Pengolahan Hasil Pertanian yang merupakan langkah strategis bagi peningkatan kesejahteraan petani serta terciptanya sumberdaya manusia pertanian yang handal dan mampu bersaing melalui penguasaan teknologi pasca panen dan pengolahan hasil pertanian yang ditunjang dengan strategi pemasaran yang tepat, sehingga pada akhirnya mampu mandiri dan sejahtera melalui pengembangan usaha pertanian berwawasan agribinis.

Pembangunan pertanian tidak terlepas dari berbagai macam masalah yang dihadapi disamping gejolak pasar yang kerap terjadi dari sisi produksipun masih banyak kendala yang menghadang pembangunan pertanian di tanah air termasuk salah satunya masalah pengolahan hasil pertanian. Pengolahan hasil pertanian dapat diartikan suatu kegiatan merubah bahan pangan sehingga beraneka ragam bentuk dan macamnya disamping juga untuk memperpanjang daya simpan, dengan pengolahan diharapkan bahan hasil pertanian akan memperoleh nilai tambah yang jauh lebih besar. Pengolahan adalah suatu teknik atau seni untuk mengolah suatu macam bahan pangan menjadi bahan lain yang sifatnya berbedah dengan bahan semula. Salah satu solusi yang dibutuhkan yaitu peningkatan Sumber Daya Manusia Pertanian yang professional, mandiri, inovasi, kreatif dan berwawasan global, melalui Pendidikan dan Pelatihan bagi Petani dan Pelaku Agribisnis. Guna mendukung pencapaian program pengembangan system dan usaha agribisnis yang berdaya saing tinggi, peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, maka pelatihan petani dan pelaku agribisnis harus mampu menjadikan petani dalam arti luas sebagai manusia seutuhnya.

Diharapkan para peserta agar mengikuti acara ini dengan seksama serta lebih proaktif karena materi yang dismpaikan sangat bermanfaat . Dengan demikian peserta harus proaktif bertanya tentang materi sehingga setelah selesainya kegiatan ini dapat dipraktekkan di Kelompok dan keluarga masing – masing sehingga dapat memberikan nilai tambah komoditi yang akhirnya dapat meningkatkan ekonomi petani dan taraf hidup pelaku utama itu sendiri. (bm_nakertrans)