BID. PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat nomor 50 tahun 2016 Tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja dinas-dinas daerah Provinsi Nusa Tenggara BaratBidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja dengan ringkasan tugas menyiapkan bahan penyusunan dan penetapan pedoman tentang kebijakan hubungan indutrial, pembinaan hubungan kerja, syarat-syarat kerja, perjanjian kerja, pengupahan, jaminan sosial, penyelesaian perselisihan serta pengembangan sarana hubungan industrial (kelembagaan dan kerja sama hubungan industrial).

Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi :
  1. perumusan dan menetapkan petunjuk pelaksanaan pedoman koordinasi dan pembinaan syarat kerja dalam hubungan kerja, pengembangan kelembagaan dan kerjasama hubungan industrial, pengupahan dan jaminan sosial Tenaga Kerja, serta pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, fasilitas kesejahteraan pekerja dan purna kerja;
  2. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan syarat – syarat kerja dalam hubungan kerja dan pengembangan sarana hubungan industrial di perusahaan;
  3. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan Dewan pengupahan dalam penetapan upah minimum Provinsi dan Kabupaten/Kota;
  4. pelaksanaan sosialisasi sistem pengupahan dan jaminan sosial Tenaga Kerja;
  5. pelaksanaan bimbingan teknis syarat-syarat kerja, tata cara pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial; dan
  6. monitoring dan evaluasi program dan kegiatan bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

 

dalam menjalankan Tugas pokok dan Fungsi, dibantu oleh 3 (tiga) seksi sebagai berikut :

Seksi Syarat Kerja, Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industrial bertugas membina pelaksanaan syarat-syarat kerja, dan pembentukan sarana hubungan industrial, serta mensosialisasikan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan di perusahaan.

Seksi Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja  bertugas Pembinaan kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja/buruh untuk mewujudkan penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, Peningkatan derajat kesehatan bagi pekerja/buruh peserta program Jaminan Sosial (BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan).

Seksi Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial bertugas Membina dan mencegah perselisihan hubungan industrial yang akan terjadi antara pengusaha dan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh serta menyelesaikan perselisihan industrial sesuai pengaduan masyarakat (Pengusaha Pekerja SP/SB, LSM, Praktisi dll).