Mataram_ Perkembangan dunia kerja dewasa ini baik instansi pemerintah, swasta maupun industri tidak lagi merekrut tenaga kerja/pegawai berdasarkan ijazah atau pendidikan formal semata tetapi merekrut tenaga kerja/pegawai yang memiliki kompetensi kerja sesuai bidang yang akan dicari oleh perusahaan/instansi. Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup Aspek Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap Kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Standar Kompetensi Kerja dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan antara lain : Standar Kompetensi Kerja Nasional rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan keahlian serta sikap keija yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan.

Pembukaan 9 Kejuruan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di BLK NTB (30/05/2017), langsung dihadiri oleh Kepala Disnakertrans Prov. NTB, Bapak Drs H.Wildan. Dalam sambutanya “Pelatihan berbasis Kompetensi yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Nusa Tenggara Barat  tidak hanya dihajatkan untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja atau diserap oleh lembaga pemerintah dan Swasta akan tetapi peserta pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi dirinya juga dapat menyerap tenaga kerja lain sehingga turut andil mengurangi angka pengangguran nasional umumnya dan Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya. Standar Kompetensi Internasional adalah standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan ditetapkan oleh suatu organisasi multinasional dan digunakan secara internasional. Standar khusus adalah standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan digunakan oleh organisasi untuk menuhi tujuan internal organisasinya sendiri dan/atau untuk memenuhi kebutuhan organisasi lain yang memiliki ikatan kerja sama dengan oraganisasi yang bersangkutan atau organisasi lain yang memerlukan”.
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat KKNI,adalah kerangka penjenjangan kualifikasi yang dapat menyandingkan,menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesual dengan struktur pekerjaandi berbagai sektor.
Untuk mendapatkan pengakuan kompetensi harus melalui pelatihan dan pengujian yaitu:
Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competency Based Training) adalah pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan ditempat kerja. Sesoarang dikatakan kompeten atau dikatakan memiliki kompetensi setelah memiliki kemampuan kerja yang mencakup aspek Pengetahuan, Keterampilan danlatau Keahlian serta Sikap Kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan (SKKNI). Setiap kejuruan memiliki waktu pelatihan yang berbeda disesuaikan dengan jenis kompetensinya antara 160 jam pelajaran s.d. 360 jam pelajaran atau antara 20 hari efektif s.d 45 hari efektif. (bm_nakertrans)