Mataram (3/08/2017)_ Disnakertrans Prov. NTB melalui bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja melaksanakan kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Purna TKI/ Migran di P. Sumbawa. Kegiatan ini dilaksanakan di Kota Bima, Kab. Dompu dan Kab. Sumbawa. Sebanyak 75 orang yang mendapatkan pelatihan kewirausahaan terbagi dalam 3 desa yaitu : Kelurahan Sadia Kota Bima, Desa Soro Kec. Kempo Kab. Dompu dan Desa Muer Kec. Plampang Kab. Sumbawa.

Acara ini langsung di buka oleh Bapak Kepala Disnakertrans Prov. NTB, Drs. H. Wildan, dalam arahannya bertambahnya angkatan kerja yang  tidak diimbangi ketersediaan lapangan pekerjaan di dalam negeri, mengakibatkan sebagian masyarakat terpaksa mencari peruntungan ke luar negeri agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dirinya. Namun setelah masa kontrak kerjanya habis, disinilah akan ada masalah salah satunya bertambahnya pengangguran baru. Melalui kegiatan ini,  para TKI purna/ migran dan keluarganya dapat mengelola dan memanfaatkan uang dari hasil bekerja di luar negeri untuk kegiatan yang produktif, sehingga mereka tetap memperoleh penghasilan secara terus-menerus dari usahanya di dalam negeri dan (bahkan) dapat menciptakan usaha baru dengan melibatkan orang lain untuk bekerja.

Agar mencapai hasil maksimal terkait pemberdayaan TKI purna  maka dititik beratkan pada 4 (empat) bidang program, yaitu (1) ketahanan pangan, (2) industri ekonomi kreatif, (3) industri pariwisata, dan (4) industri jasa.  Di samping itu juga menekankan pentingnya agar para TKI Purna menjadi produktif dengan modal yang didapatkannya saat bekerja sebagai TKI untuk kemudian dijadikan modal berwirausaha di daerahnya.

“Intinya agar mereka  bisa berwirausaha, jangan nganggur, tugas kami ini ya memotivasi dan memfasilitasi mereka lewat pelatihan ini,” ujar Drs. H. Wildan. Lebih lanjut menjelaskan bahwa mental kepribadian yang kuat ialah kuncinya, dengan memanfaatkan bekal pengalaman dan kegigihan mereka selama berjuang bekerja di luar negeri. Program Pelatihan yang diadakan ini tujuannya adalah untuk mengelola potensi, karakter dan kearifan lokal yang sudah ada di daerah masing-masing.

“Ikuti pelatihan ini dengan semangat dan ambil ilmunya dari para narasumber, supaya Bapak Ibu bisa mulai berusaha,” ujarnya. Kegiatan ini dilaksanakakan selama 4 (empat) hari dan di latih oleh instruktur di daerah masing-masing. (bm_nakertrans)