5 Tips Penting Untuk Mengawali Karir Dari Magang

Posisi sebagai anak magang mungkin terlihat rendah. Apalagi jika melihat kerjaannya yang kadang sepele seperti fotokopi, tetapi yang nyuruh orang sekantor. Gajinya pun seadanya, bahkan sering nggak dibayar.
Namun, untuk kamu yang masih fresh graduate atau belum punya pengalaman kerja sama sekali, menjadi anak magang bisa menjadi awal dari karir kamu. Menurut data dari National Association of Colleges and Employers (NACE), sebanyak 60% pemagang berhasil mendapatkan tawaran pekerjaan, lho.
Lalu, gimana caranya agar ditawarkan untuk bekerja setelah program magang berakhir? Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan.
Bertindak Profesional
Sama seperti saat kamu di sekolah, setiap kantor pun memiliki aturan masing-masing. Mulai dari jam masuk sampai cara berpakaian. Pastikan kamu membawa sikap profesional itu saat magang dengan mentaatinya. Walaupun kantor kamu terkesan santai, jangan lupa untuk tetap menjaga kesopanan dan memperlakukan mentor dan atasan kamu sesuai etika.
Rajin Bertanya
Jangan pikir banyak nanya akan membuat kamu terlihat bodoh. Ingat aja moto “malu bertanya sesat di jalan”. Wajar kok sebagai orang yang baru masuk kantor, apalagi anak magang untuk banyak tanya, sebab kamu belum banyak tahu pekerjaan tersebut. Daripada pekerjaan yang kamu banyak yang salah, lebih baik rajin konfirmasi ke atasan. Tapi, jangan lupa untuk mencatatnya ya, biar mempermudah pekerjaan kamu ke depannya.
Aktif Berinisiatif
Seringkali anak magang memiliki waktu lowong karena pekerjaan yang diberikan sedang sedikit. Nah, ini saatnya kamu memperlihatkan keaktifan kamu dengan meminta pekerjaan. Bilang aja, “Pak/Bu, ada yang bisa saya bantu lagi?”.
Jangan Terlalu Ambisius
Pastikan inisiatif yang kamu lakukan tidak berlebihan. Ambisius dalam melakukan pekerjaan nggak disarankan bagi pemagang. Takutnya, pekerjaan yang dilakukan malah nggak sesuai dengan kemampuan kamu dan hasilnya malah jadi berantakan. So, stay humble!
Buat Goal
Saat wawancara atau pertama kali masuk, biasanya ada yang bertanya mengenai alasan atau tujuan kamu magang di perusahaan tersebut. Misal jika ingin magang di NGO, sebagai anak komunikasi kamu ingin belajar tentang advokasi. Nah, beritahu hal tersebut ke mentor atau atasan kamu. Sebab nantinya, pekerjaan yang akan kamu dapatkan akan diarahkan ke situ. Hal ini juga memperlihatkan ke mereka bahwa kamu udah tahu apa yang ingin dilakukan untuk karir kamu.
Semoga Bermanfaat …




