Banyak Manfaatnya, Gubernur Dr.Zul minta Disnakertrans NTB kawal Kartu Prakerja.

Program Kartu Prakerja menjadi salah satu program semi bansos dari Pemerintah untuk membantu masyarakat ditengah pandemi Covid-19. Sekaligus memiliki banyak manfaat bagi penyiapan skill tenaga kerja yang inline dengan trend industri. Melalui program ini, pemerintah selalin memberikan stimulus berupa biaya pelatihan bagi penerima manfaat yang ingin meningkatkan skillnya untuk bisa memasuki dunia kerja atau membangun wira usaha ekonomi produktif. Juga memberikan insentif dan menyediakan akses modal berupa KUR Prakerja.
Sejak April tahun 2020 ketika program kartu prakerja pertama kali dimulai, NTB mencatatkan total pendaftar batch 1-21 sebanyak 725.311 orang. Dari total itu, sebanyak 719.613 orang dinyatakan lulus verifikasi, namun yang telah menerima manfaat secara efektif sebanyak 233.230 orang. Dari total penerima maanfaat tersebut, tidak sedikit diantaranya yang mengaku telah berhasil membangun usaha produktif kecil-kecilan, sehingga tidak menganggur. Bahkan kesempatan kerja baru telah menanti mereka, semuanya berkah dari pelatihan skill yang mereka ikuti.
Testimoni dan keluh kesah penerima manfaat program kartu prakerja tersebut terungkap saat dialog Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto didampingi Gubernur NTB, Dr.Zulkieflimasyah dan Direktur eksekutif MPO Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari mengadakan reuni dan dialog bersama 21 orang perwakilan penerima penerima Kartu Prakerja dari Kabupaten/Kota se-NTB, di hotel Siwa di KEK Mandalika, Kamis (14/10/2021).
Adalah Ahmad Nasip seorang penerima manfaat kartu prakerja gelombang ke-9 asal Lombok Tengah. Ia sebelumnya adalah PMI di Malaysia sebagai pekerja sawit. Sejak mendapat fasilitas program kartu prakerja, ia kemudian ikut pelatihan cara berbisnis online dan cara memahami konten marketing untuk bisnis.
Berkat pelatihan itu, kini ia bersama istrinya telah berhasil membangun usaha kecil2an berupa nasi campur khas sasak, dan ia sendiri juga punya bisnis online. Penghasilan bersih dari usahanya itu, berkisar antara Rp. 2,8 juta hingga Rp. 3 juta.
Untuk meningkatkan omzet usahanya Ahmad Nasip kini memanfaatkan fasilitas KUR prakerja untuk menambah modal kerja sebesar Rp.10 juta melalui BNI.
Berbeda dengan Ahmad Nasip yang merupakan PMI purna, ibu Mahmudah asal kota mataram, sejak tahun 2017 merintis usaha sektor UMKM berjualan berbagai jenis keripik. Namun sejak gempa bumi melanda NTB pada akhir 2018, membuat bisnisnya terhenti. Setahun beristirahat, ia mencoba bangkit kembali membangun usahanya di akhir tahun 2019, namun di tahun 2020 pandemi Covid 19 datang menyapa NTB.
Iapun beralih ke pemasaran digital. Ia menceritakan bahwa ikut program Kartu Prakerja pada gelombang 9, yang dimanfaatkannya untuk mengikuti pelatihan mengenai bisnis rumahan/UMKM untuk meningkatkan pemahaman tentang pemasaran dan menejemen usaha, serta pelatihan public speaking.
Alhamdulillah berkat berkah pelayihan itu, kini penghasilannya telah mencapai Rp. 30 juta perbulan, dan ia juga menjadi mentor untuk UMKM lainnya.
Melihat begitu banyak manfaat dan berkah dari program kartu prakerja bagi para pekerja dan pelaku usaha di NTB, Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah usai dialog dengan para alumni kartu prakerja langsung memanggil Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Gde Putu Aryadi yang hadir mendampingi Gubernur pada acara tersebut.
“Pak Gde, kawal program ini. Lakukan sosialisasi, edukasi dan pendampingan kepada para peserta, karena banyak manfaatnya,” ujar Gubernur menugasi Kadis Nakertrans bersama Direktur Eksekutif MPO Kartu Prakerja, Danni Puspa Purbasari.
Selanjutnya Gubernur yang lebih akrab disapa Dr. Zul ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia yang telah memfasilitasi Kartu Prakerja untuk masyarakat NTB.
Dalam acara yang diadakan di Siwa Cliffs, Kabupaten Lombok Tengah tersebut, Dr. Zul juga juga menginstruksikan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB bersama stakeholder terkait untuk memobilisasi dan melalukan pendampingan secara masif di Tahun 2022. Sehingga lebih banyak lagi warga NTB yang bisa mengikuti program pelatihan kartu prakerja hingga tuntas. Karena ini dinilainya sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja terutama IKM/UKM yang ada di NTB.
Berdasarkan data dari Manejemen Pengelola Kartu Prakerja bahwa NTB menjadi provinsi Penerima terbanyak ke-2 di Kawasan Timur Indonesia, dan provinsi ke 17 secara nasional.
Sementara, Kabupaten Lombok Tengah menerima 71. 553 menjadikan Kabupaten/Kota dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak ke-1 di Provinsi NTB. Untuk kategori pelatihan yang diminati di NTB yaitu penjualan dan pelatihan, makanan dan minuman, gaya hidup, teknologi informasi dan manajemen.
Data penerima kartu prakerja untuk Tahun 2021 mengalami peningkatan dari yang sebelumnya pada Tahun 2020 sejumlah 107.130 menjadi 126.100 penerima efektif pada Tahun 2021. Adapun karakteristik penerima dengan kategori menganggur saat mendaftar 93%, belum pernah mengikuti pelatihan 87% penyandang disabilitas 1,5% dan Purna PMI 11,1%.
Pada Batct 12-21 Tahun 2021 persebaran penerima kartu prakerja yang ada yaitu Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 38.819 penerima efektif, Kabupaten Lombok Timur 32.368, Kabupaten Lombok Barat 19.363, Kota Mataram 12.448, Kabupaten Lombok Utara 8.454, Kabupaten Bima 5.060, Kabupaten Sumbawa 4.650, Dompu 2.564, Kota Bima 1.458 dan Kabupaten Sumbawa Barat 916. (Tim@disnaker).





