Disnakertrans Ajak Peserta Pelatihan Kuasai Skill dan Ilmu untuk Kerja.

Dalam rangka mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kompetensi dan daya saing, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi di Balai Latihan Kerja Dalam dan Luar Negeri Provinsi NTB, Rabu (08/02/2023).
Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ini diikuti oleh 144 orang dari seluruh Kab/Kota di NTB yang terbagi menjadi 9 paket dengan sub kejuruan Practical Office Advance, Junior Administrative Assistant (JAA) , Desain Grafis, Room Attendant, Menjahit dengan Mesin, Roti Kue, Las, Listrik Industri, Service Sepeda Motor Injeksi, masing-masing paket diikuti oleh 16 siswa.
Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari lulusan SMA/SMK, tetapi juga lulusan Sarjana. Hal ini dikarenakan dunia kerja dan dunia pendidikan sangat berbeda. Banyak hal yang terjadi di dunia kerja tidak dipelajari saat di sekolah. Oleh karena itu, siswa yang mengikuti Pelatihan PBK di BLKDLN NTB tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga akan praktek kerja sesuai kejuruannya.
“Bekal Ilmu yang diperoleh ketika sekolah, mungkin belum cukup untuk memasuki dunia kerja. Adik-adik harus memiliki skill dan keterampilan sesuai dengan pekerjaan atau usaha yang dijalankan, serta etos kerja dan kemampuan bekerja dalam suatu tim. Selama ikut pelatihan, maka kuasai ilmu untuk bisa kerja,” ujar Aryadi.
Menurut Aryadi selama mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya diajarkan keterampilan, tetapi juga diajarkan bagaimana menghargai waktu dan berkomunikasi dalam tim.
“Dengan bekal itu, adik-adik bisa menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, yang nantinya akan bermanfaat pula bagi kehidupan adik-adik sendiri. Inilah yang dinamakan proses kehidupan,” tambahnya.
Dihadapan peserta pelatihan, Aryadi menyampaikan bahwa pelatihan ini dapat dijadikan sebagai momen untuk membangun jaringan dan membuka akses informasi. Manfaatkan perkembangan teknologi untuk mendapatkan akses informasi tentang dunia kerja dan kesempatan kerja, ujarnya.
Mantan Kadiskominfotik yang akrab disapa Aryadi itu menerangkan bahwa di akhir pelatihan, peserta akan mendapatkan 2 sertifikat. Yang pertama adalah sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pelatihan dari BLKDLN. Yang kedua adalah sertifikat kompetensi yang diperoleh dengan mengikuti Uji Kompetensi oleh LSP. Nantinya dengan kedua sertifikat ini, diharapkan dapat menjadi bekal peserta untuk memasuki dunia kerja.
Aryadi berpesan kepada peserta pelatihan untuk mengikuti proses pelatihan ini sebagai bentuk perjuangan dan panggilan jiwa, bukan karena paksaan. Orang sukses biasanya lahir dari orang-orang yang hidupnya penuh perjuangan dan orang yang menjalani proses kehidupan dengan ikhlas.
“Jangan suka mengeluh. Sesuatu yang sulit jika dikerjakan secara terus menerus, lama-lama pasti akan mudah. Prinsip inilah yang harus ditanamkan sejak dini,” pesan Aryadi.
Terakhir, Aryadi menyampaikan bahwa tanggal 9-10 Februari Disnakertrans Provinsi NTB bersama Kemnaker RI akan melaksanakan Puncak Kegiatan Bulan K3 di Mandalika. Tanggal 10 Februari juga Wakil Presiden Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin akan berkunjung ke Lombok dalam rangka meresmikan BLK Komunitas di Darek, Kabupaten Lombok Tengah.
Puncak kegiatan Bulan K3 di Mandalika akan diisi dengan kegiatan senam massal, penyerahan penghargaan K3, penyerahan santunan BPJS, penyerahan hadiah lomba-lomba K3, stand UMKM PMI Purna, dan jobfair yang dilaksanakan secara hybrid. Sebanyak 40 perusahaan dan ratusan kesempatan kerja akan dibuka sesuai dengan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sekitar 500 kesempatan kerja akan dibuka pada job fair tersebut.
“Oleh karena itu, skill yang kompeten sangat dibutuhkan dan harus dibuktikan dengan sertifikat. Ketika sudah punya kemampuan dan sertifikat, akan mudah lulus dalam seleksi kerja. Hal yang sama pula dengan melamar kerja ke luar negeri, dengan memiliki sertifikat profesi, peluang adik-adik untuk lulus seleksi lebih besar, karena tinggal menambahkan kemampuan bahasa asing untuk berkomunikasi,” tutup Aryadi.





