Disnakertrans NTB Ajak Semua Pihak Gotong Royong Atasi Stunting di Loteng.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB menggelar kegiatan Launching Gotong Royong Bakti Stunting di Aula Kantor Camat Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (19/06/2023). Gerakan Bakti Stunting merupakan program Pemerintah provinsi NTB kolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk menuntaskan dan menurunkan angka stunting di Kab. Lombok Tengah.
Kegiatan Launching Gotong Royong Bakti Stunting dirangkaikan dengan penyerahan bantuan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB. Adapun bantuan yang diberikan berupa pangan lokal tinggi protein berbentuk telur kepada 17 keluarga yang anaknya terindikasi stunting di Kecamatan Kopang.
Kadisnakertrans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H mengungkapkan gizi baik merupakan pondasi bagi pembangunan SDM sehingga nantinya akan tercipta insan yang berkualitas karena berkaitan erat dengan peningkatan kapasitas belajar, kemampuan kognitif dan kemampuan intelektual seseorang. Gizi baik juga merupakan penanda keberhasilan pembangunan dan terpenuhinya hak asazi manusia terhadap pangan dan kesehatan.
Hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukan bahwa 21,6% Balita Indonesia masih mengalami stunting. Anak-anak yang mengalami masalah gizi tersebut memiliki resiko 11,6 kali lebih tinggi untuk mengalami kematian dibanding anak-anak yang memiliki status gizi baik. Kalaupun anak-anak dengan masalah gizi tersebut mampu bertahan, maka akan beresiko mengalami masalah pertumbuhan, perkembangan dan masalah kesehatan lainnya di sepanjang tahap kehidupannya.
Aryadi mengungkapkan pentingnya data yang akurat dalam melaksakan berbagai program, terlebih pengentasan stunting agar penanganan stunting tepat sasaran, baik dari segi penggunaan anggaran maupun kualitas penanganannya.
“Berdasarkan data, di Kecamatan Kopang sendiri ada 548 anak yang terindikasi stunting. Untuk mengentaskan stunting pada 548 orang itu tentunya tidak bisa di lakukan sendirian oleh Pemerintah Desa, Camat, Kabupaten atau Provinsi saja. Perlu gotong royong semua pihak,” ujar Aryadi.
Disnakertrans Provinsi NTB akan fokus menangani anak-anak yang terindikasi stunting dari 2 Desa, yaitu Desa Kopang Rembiga dan Desa Bebuak. Setiap bulannya selama 3 bulan ke depan, Disnakertrans Provinsi NTB akan memberikan bantuan telur dan mengawasi tumbuh kembang anak-anak itu.
“Kami berharap semua pihak ikut serta berpartisipasi dengan tulus untuk pengentasan stunting ini. Bantuan telur yang kami berikan agar dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran untuk dikonsumsi anak-anaknya,” ucap Aryadi di depan masyarakat Desa Kopang Rembiga dan Desa Bebuak.
Kepala TPG Puskesmas Kopang, Heri Riyadi mengungkapkan data rekap stunting terakhir Dinas Kesehatan Lombok Tengah mencatat total balita di Kab. Lombok Tengah sebanyak 87.145 orang dan terindikasi stunting sebanyak 20.509 atau sekitar 23,53%. Sementara di Desa Kopang jumlah balita 2.351 dengan kasus stunting sebanyak 584 balita. Data rekap terakhir per bulan Februari 2021 dimana data upgrade stunting dikeluarkan dalam kurun waktu dua kali dalam setahun yakni, Februari dan Agustus.
“Sebagai dasar analisa, data ini sudah menurun dibandingkan dengan data tahun sebelumnya. Kami terus memberikan pemahaman kepada masyarakat luas mengenai stunting. Selain itu, petugas juga terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyentuh langsung masyarakat, seperti kegiatan Bhakti stunting ini,” ungkap Heri.
Sementara itu, Camat Kopang Lalu Malik, S.Sos berharap kegiatan bhakti stunting tidak berhenti disini, tetapi ada tindak lanjut untuk mengevaluasi apakah program ini memberikan dampak positif dalam mengurangi bahkan mengentaskan angka stunting di Kab. Lombok Tengah, khususnya Kecamatan Kopang.
“Terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan ikut berkolaborasi menyentuh langsung masyarakat dengan memberikan bantuan telur untuk menangani kasus stunting,” ucap Malik.





