Disnakertrans NTB Dorong Generasi Muda Berani Meraih Karir Global

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., membuka secara resmi kegiatan Ngobrol Karir Global – Sosialisasi dan Konsultasi Peluang Karir di Luar Negeri yang digelar BP3MI NTB bersama GIZ melalui program MOVE ID di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Rabu (21/08/2025).
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dan pencari kerja, dengan konsep talkshow interaktif dan konsultasi langsung bersama narasumber dari GIZ, Triple Win, dan MOVE ID.
Dalam sambutannya, Baiq Nelly menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah penting bagi generasi muda NTB untuk memperoleh informasi yang benar, akurat, dan terkini mengenai peluang kerja di luar negeri.
“Karir itu tidak dimulai setelah toga dipasang. Karir itu harus direncanakan sejak bangku sekolah,” ujarnya lugas.
Ia menjelaskan, fakta di lapangan menunjukkan lulusan SMK dan sarjana di NTB masih menghadapi keterbatasan lapangan kerja karena industri lokal yang belum variatif. Untuk itu, peluang kerja di luar negeri perlu dimanfaatkan dengan cara yang aman, prosedural, dan bermartabat.
Nelly menyebutkan banyak peluang kerja di luar negeri yang terbuka lebar—mulai dari sektor kesehatan, barista, hingga hospitality di Jepang, Korea, dan Timur Tengah. Ia mencontohkan negara Jepang dan Korea yang membuka banyak lowongan kerja dengan gaji berkisar Rp12 juta hingga Rp20 juta per bulan.
“Untuk bisa menembus peluang itu, generasi muda harus menyiapkan bekal sejak dini: kemampuan bahasa asing, mental yang kuat, dan jalur resmi yang aman,” tegas Baiq Nelly.
Sayangnya, Nelly mengingatkan, masih banyak yang tergoda jalur cepat melalui perekrutan ilegal. Jalan pintas itu justru berisiko besar, bahkan mengancam nyawa.
“Kalau berangkat secara legal, negara hadir memberikan perlindungan. Tetapi kalau ilegal, risikonya besar, bahkan bisa berujung pada korban jiwa. Karena itu, kami mengimbau agar masyarakat selalu melalui jalur resmi,” tegasnya.
Fenomena ini bukan sekadar peringatan. Setiap pekan, jenazah pekerja migran ilegal masih kerap dipulangkan ke kampung halaman. Bukan membawa kisah sukses, tetapi duka yang mendalam bagi keluarga.
Di akhir sambutannya, Baiq Nelly menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara BP3MI NTB dan GIZ. Ia berharap forum ini mampu melahirkan lebih banyak generasi muda NTB yang berani menata mimpi besar. Tidak hanya berani melangkah ke luar negeri, tetapi juga memastikan jalur yang ditempuh legal, aman, dan bermartabat.
Generasi muda NTB dihadapkan pada pilihan: Tetap di zona nyaman dengan gaji terbatas, atau melangkah lebih jauh, menembus batas. Tentunya dengan bekal bahasa, mental, dan legalitas.
“Mimpi memang milik semua orang. Tapi cara mewujudkannya menentukan apakah mimpi itu akan jadi kebanggaan… atau penyesalan,” tutup Baiq Nelly.





