Disnakertrans NTB Dorong Penguatan Tata Kelola Pekerja Migran Melalui Sistem Terintegrasi

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Muslim, ST., M.Si., membuka kegiatan Pertukaran Pembelajaran dan Lokakarya Kolaborasi yang diselenggarakan oleh AWO International Southeast Asia, bekerja sama dengan GIZ Indonesia berlangsung pada 24–25 September 2025 di Aston Inn Mataram, Rabu (24/09/2025).
Dalam sambutannya, Muslim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini yang dinilai penting untuk memperbaiki tata kelola pekerja migran. NTB disebut sebagai salah satu daerah dengan kontribusi besar dalam pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, khususnya dari Lombok Timur dan Lombok Tengah. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan kompetensi dan sertifikasi agar pekerja migran asal NTB mampu bersaing dan terlindungi di negara tujuan.
Ia menekankan pentingnya membangun pola pengorganisasian berbasis sistem, mengingat masih ada permasalahan pekerja migran yang pulang tanpa akses komunikasi terintegrasi.
“Pemerintah provinsi bersama NGO dan pemangku kepentingan lain harus bersinergi agar pengelolaan migrasi lebih efektif, terorganisir, dan berbasis data,” ujarnya.
Saat ini, Disnakertrans NTB telah membentuk Skill Center sebagai wadah peningkatan kapasitas calon pekerja migran, yang ke depan dapat diperkuat dengan masukan dari praktisi, pelaku usaha, maupun NGO.
Ia juga mengingatkan agar hasil lokakarya tidak berhenti pada diskusi, tetapi segera ditindaklanjuti dalam program strategis daerah, terutama karena saat ini tengah disusun Rencana Anggaran Tahun 2026.
“Kami terbuka menerima rekomendasi agar sinergi ini segera diwujudkan. Dengan sistem yang kokoh, setiap permasalahan pekerja migran bisa ditangani secara cepat dan tepat,” tegasnya.
Principal Advisor GIZ Indonesia, Makhdonal Anwar, menegaskan dukungan GIZ untuk tata kelola migrasi aman melalui layanan Move ID di BP3MI NTB, yang menyediakan konsultasi migrasi legal, pendampingan pekerja migran kembali, dan pelatihan usaha. Bersama AWO International, GIZ juga mendorong desa sebagai pusat informasi dan pelatihan, sekaligus memanfaatkan remitansi untuk investasi hijau, sehingga pekerja migran NTB dapat berangkat aman, kembali lebih terampil, dan berkontribusi pada ekonomi berkelanjutan.
Direktur AWO International Asia Tenggara, Stefan Bepler, menjelaskan bahwa AWO, NGO Jerman yang berusia lebih dari 100 tahun, kini memperluas kerja sama dengan GIZ melalui MoU di Mataram. Program ini fokus mendukung calon pekerja migran dan Purna PMI agar dapat reintegrasi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, dengan mengutamakan masukan untuk efektivitas kolaborasi di NTB.





