Disnakertrans NTB Dorong Sinergi Dunia Pendidikan dan Usaha Melalui Job Fair Universitas Mataram 2025

Di tengah arus perubahan dunia kerja yang kian cepat, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi kunci membangun masa depan tenaga kerja Indonesia. Semangat itulah yang tampak dalam Job Fair Universitas Mataram 2025, di mana Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., hadir untuk menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang terbuka, transparan, dan berdaya saing.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Yusuf Abu Bakar pada Kamis (23/10/2025) ini diikuti oleh lebih dari 40 perusahaan dari berbagai sektor usaha, baik daerah maupun nasional. Job Fair tersebut menjadi bagian dari rangkaian UNRAM Career Week 2025 yang digagas untuk memperluas peluang karier bagi mahasiswa dan alumni, sekaligus memperkuat sinergi antara universitas dan dunia usaha.
Dalam sambutannya, Plt. Kadisnakertrans NTB, Muslim, S.T., M.Si., menyampaikan apresiasi atas konsistensi Universitas Mataram dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Informasi Ketenagakerjaan, yang menjadi dasar penguatan transparansi dan perlindungan tenaga kerja melalui pengelolaan data yang akurat dan terintegrasi.
“Kegiatan seperti Job Fair ini merupakan langkah nyata dalam mempertemukan dunia pendidikan dan dunia usaha,” ujar Muslim.
Ia menyebutkan bahwa Job Fair Universitas Mataram 2025 ini menjadi wadah interaksi langsung antara mahasiswa, alumni, dan perusahaan, yang tidak hanya memperluas peluang kerja, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk memperoleh bimbingan karier dan pengembangan diri.
“Melalui kegiatan ini, kita memastikan kebutuhan tenaga kerja di daerah dapat terpenuhi secara tepat, sekaligus membuka ruang bagi para lulusan untuk beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,” tutur Muslim.
Lebih lanjut, Muslim menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB melalui Disnakertrans juga tengah menyiapkan Pusat Layanan Informasi dan Skill Center sebagai wadah pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan daya saing dan kesiapan kerja masyarakat NTB di berbagai sektor.
“Kita ingin tenaga kerja NTB tidak hanya siap bekerja di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Karena itu, kerja sama antara dunia usaha, dunia pendidikan, dan pemerintah menjadi sangat penting untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mataram, Dr. Sujita, S.T., M.T., menegaskan bahwa Job Fair merupakan wujud komitmen universitas dalam membantu mahasiswa dan alumni memasuki dunia kerja. Ia menjelaskan bahwa salah satu indikator keberhasilan perguruan tinggi adalah sejauh mana alumninya mampu memperoleh pekerjaan yang layak.
Menurutnya, kesuksesan lulusan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik (hard skills), tetapi juga keterampilan nonteknis (soft skills) seperti kemampuan berkomunikasi, integritas, kerja sama, etos kerja, dan inisiatif.
“Hard skill hanya berkontribusi sekitar 20 persen terhadap kesuksesan karier, sementara 80 persennya ditentukan oleh soft skill. Karena itu, mahasiswa perlu terus melatih kemampuan sosial dan karakter kerja yang baik,” pungkasnya.
Kegiatan yang turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI, jajaran pimpinan universitas, serta para pelaku dunia usaha ini berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari seluruh pihak yang berpartisipasi.





