Disnakertrans NTB Gandeng Investor Australia untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan SMK dan Tenaga Kerja

Dalam upaya memperkuat kualitas SDM dan menurunkan angka pengangguran lulusan SMK, Pemerintah Provinsi NTB melalui Disnakertrans NTB terus menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra internasional. Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, A.P., M.Si., menerima kunjungan investor dari CEO Sheffield Education Group Australia, Daljit S. Monga, dalam forum audiensi yang berlangsung di Aula BPSDMD NTB, Rabu (11/06/2025).
Kunjungan ini bertujuan membangun kerja sama strategis di bidang pelatihan kerja berbasis standar internasional, peningkatan mutu pendidikan vokasi, serta pembukaan jalur magang dan penempatan kerja bagi lulusan SMK dan masyarakat NTB yang ingin bekerja di luar negeri.
Plt. Kadisnakertrans NTB menyampaikan bahwa berdasarkan data BPS, lulusan SMK masih menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran terbuka di NTB. Karena itu, pelatihan yang langsung menyasar sektor industri, dengan kurikulum internasional dan peluang penempatan kerja nyata, dinilai menjadi solusi yang sangat dibutuhkan.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal dalam mengurangi angka pengangguran di NTB, khususnya dari lulusan SMK yang belum tertampung di dunia kerja,” tegas Baiq Nelly.
Ia menambahkan bahwa NTB memiliki kebutuhan besar akan pelatihan terstandar dalam menyambut proyek-proyek strategis nasional seperti KEK Mandalika, dan dalam menyiapkan tenaga kerja terampil untuk peluang kerja luar negeri, khususnya di bidang perawatan, kesehatan, dan hospitality.
“Kolaborasi ini diyakini akan membuka peluang baik bagi siswa, lulusan SMK serta masyarakat NTB untuk dapat mengikuti pelatihan berstandar internasional dan membuka akses karier di luar negeri,” ujar Baiq Nelly.
Nelly juga menyoroti pentingnya skema sertifikasi internasional sebagai bagian dari kerja sama ini. Diharapkan nantinya pelatihan yang diikuti peserta – baik siswa, lulusan SMK, ASN, maupun pelatih – bisa berujung pada pengakuan kompetensi yang diakui di pasar global, khususnya Australia, Malaysia, Kanada, Eropa, Jepang, dan Korea.
“Kami ingin pelatihan ini tidak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga sertifikasi yang bisa langsung digunakan untuk bekerja di luar negeri,” tutur Baiq Nelly.
Terkait keberlanjutan program, Baiq Nelly menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk menindaklanjuti audiensi ini melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU) resmi. Disnakertrans NTB, menurutnya, juga tengah menyiapkan skema integrasi pelatihan ini ke dalam program-program strategis pemerintah daerah, termasuk yang berkaitan dengan pelatihan vokasi berbasis kawasan dan penguatan balai latihan kerja (BLK).
“Kami memiliki lima UPTD Balai Latihan Kerja, namun beberapa masih butuh penguatan sarana dan pelatih yang berstandar internasional. Kami ingin kerja sama ini juga mencakup pengembangan BLK sebagai pusat pelatihan modern di NTB,” ungkap Nelly.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi instruktur lokal agar dapat bertransformasi menjadi pelatih bersertifikat internasional. Disnakertrans akan memfasilitasi pelatih-pelatih daerah yang sudah memiliki pengalaman teknis di laboratorium atau lapangan untuk mengikuti program pelatihan pelatih (Training of Trainers).
“Kami siap menindaklanjuti pertemuan ini ke arah kerja sama konkret. Bukan hanya di level pelatihan siswa, tapi juga pengembangan pelatih, instruktur, dan sistem digitalisasi pelatihan di NTB,” tutup Baiq Nelly.
Daljit Monga menyambut baik aspirasi tersebut dan menegaskan bahwa kerja sama ini akan bersifat inklusif, memberi ruang kepada pelatih NTB untuk dilatih dan bersertifikat sebagai pelatih resmi, tidak hanya bagi siswa.
“Kita bisa mulai dari pelatihan kecil dengan metode hybrid, lalu berlanjut ke sistem yang lebih besar. Yang terpenting, ada komitmen untuk meningkatkan kualitas pelatihan di semua level,” ucapnya.
Daljit menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya untuk siswa aktif, tetapi juga terbuka bagi lulusan, pelatih lokal, dan ASN yang ingin meningkatkan kompetensinya.
Program-program tersebut menggunakan metode hybrid learning, termasuk Massive Open Online Courses (MOOC), serta sistem training of trainers (ToT) untuk memperkuat kualitas instruktur di daerah.
“Kami mengembangkan pendekatan fleksibel berbasis teknologi agar pelatihan bisa diakses lebih luas. Kami juga terbuka untuk kolaborasi pelatih lokal dalam penyusunan kurikulum,” terang Daljit.
Dalam paparannya, Daljit Monga menawarkan tiga program pelatihan unggulan yang bisa segera diimplementasikan di NTB. Program pertama adalah Automotive Electrical Technology yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik dan hibrida (BEV/HEV), sejalan dengan perkembangan industri otomotif global.
Program kedua yaitu Individual Support (Caregiver), pelatihan bagi tenaga kerja di bidang layanan sosial dan perawatan lansia atau individu berkebutuhan khusus.
Sedangkan program ketiga adalah Hospitality Management, yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja lokal di sektor pariwisata dan perhotelan, terlebih dalam mendukung KEK Mandalika dan destinasi wisata lainnya di NTB.
Daljit juga menambahkan bahwa pelatihan bisa dirancang secara modular agar fleksibel diterapkan dalam sistem pelatihan pemerintah maupun swasta. Ia menyarankan agar NTB menyusun prioritas pelatihan sesuai kebutuhan lokal, dan Sheffield siap mendukung dari sisi konten, pelatih, maupun skema pengakuan hasil pelatihan.
Selama audiensi, peserta dari kalangan pelatih lokal dan lembaga pelatihan kerja menyampaikan ketertarikan untuk ikut serta dalam pengembangan materi, pelatihan bersama, serta sertifikasi pelatih. Mereka menyampaikan bahwa sebagian besar sudah memiliki kompetensi teknis dan pengalaman praktik di laboratorium serta siap berkontribusi dalam ekosistem pelatihan internasional yang ditawarkan Sheffield.
Salah satu pelatih dari LPK NTB bahkan menyampaikan pengalaman mengelola laboratorium otomotif dan menyatakan kesiapan untuk segera mengadopsi kurikulum berbasis kendaraan listrik jika didukung melalui pelatihan lanjutan.
Sebagai langkah lanjut, audiensi ditutup dengan rencana penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi NTB dan Sheffield Education Group Australia, termasuk penjajakan program pelatihan perdana dalam waktu dekat.




