Disnakertrans NTB Gelar Pembinaan Hubungan Industrial: Wujudkan Sinergi Harmonis antara Pengusaha dan Pekerja

Dalam upaya memperkuat terciptanya hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB menggelar kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Sarana Hubungan Industrial di Aruna Senggigi Resort & Convention, Senin (10/11/2025).
Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai perusahaan di NTB ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengusaha dan pekerja mengenai sarana hubungan industrial, mekanisme penyelesaian perselisihan, serta tata cara mogok kerja dan penutupan perusahaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki posisi strategis dalam memperkuat peran perusahaan dan pekerja untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif dan produktif di daerah.
“Pembinaan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan pengusaha dan hak-hak pekerja. Pemerintah, perusahaan, dan pekerja ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Ketiganya harus berjalan beriringan dalam suasana harmonis,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dinamika hubungan industrial adalah hal yang tidak dapat dihindari dalam dunia usaha, namun yang terpenting adalah bagaimana semua pihak mampu mengelolanya dengan prinsip musyawarah dan saling memahami. Menurutnya, penyelesaian perselisihan secara damai dan bijak akan jauh lebih efektif dibandingkan dengan langkah-langkah konfrontatif yang dapat menghambat produktivitas.
Muslim juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong penerapan regulasi yang berpihak kepada kesejahteraan tenaga kerja sekaligus memberikan ruang tumbuh bagi dunia usaha. Sejumlah regulasi daerah, termasuk Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mengatur penyelenggaraan ketenagakerjaan dan investasi daerah, menjadi instrumen penting untuk memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai ketentuan.
“Kami di pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan dan memastikan seluruh pelaku usaha di NTB melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hal ini penting agar produktivitas perusahaan meningkat, pekerja terlindungi, dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga,” jelasnya.
Selain itu, Muslim juga menyampaikan apresiasi kepada para mediator hubungan industrial, pengawas ketenagakerjaan, serta seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan pembinaan ini juga menghadirkan narasumber dari unsur pengawas ketenagakerjaan dan mediator hubungan industrial yang membawakan sejumlah materi, antara lain: Norma Ketenagakerjaan dan Dampaknya terhadap Stabilitas Hubungan Industrial, Mekanisme Penanganan Mogok Kerja dan Penutupan Perusahaan secara Bijak, serta Pentingnya Sarana Hubungan Industrial dalam Peningkatan Produktivitas Perusahaan.
Melalui kegiatan ini, Disnakertrans NTB berharap para peserta dapat menularkan pemahaman yang diperoleh kepada lingkungan kerja masing-masing, sehingga hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan benar-benar terwujud di seluruh perusahaan di NTB.





