Disnakertrans NTB Jajaki Peluang 3.000 Lowongan Kerja di Uni Emirat Arab

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB terus memperluas akses pasar kerja luar negeri bagi tenaga kerja asal NTB. Hal ini ditegaskan Plt. Kepala Disnakertrans Provinsi NTB saat melakukan pertemuan dengan Direktur PT. Wira Karitas, Maria Ginting, di Roemah Langko pada Rabu (03/09/2025). Pertemuan ini tak sekadar membahas kerja sama, tapi masa depan ribuan anak muda NTB.
Pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya bersama Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (UEA), Husein Bages. Dubes menyampaikan adanya kebutuhan tenaga kerja di UEA yang mencapai sekitar 3.000 orang setiap tahunnya. Adapun posisi yang banyak dibutuhkan antara lain di sektor hospitality, barista, waiter, cleaner, hingga laundry worker. Profesi yang sering kita dengar, tapi kali ini peluangnya terbuka lebar untuk warga NTB.
“Lulusan SMK dan perguruan tinggi kita punya potensi besar, apalagi kalau bisa bahasa Inggris,” ujar Plt. Kepala Disnakertrans dengan keyakinan.
Direktur PT. Wira Karitas, Maria Ginting, menegaskan bahwa proses perekrutan hingga penempatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ke UEA akan dilaksanakan dengan skema Zero Cost atau tanpa biaya. Para pekerja juga akan mendapat fasilitas tempat tinggal gratis, transportasi, serta pelatihan kerja yang disertai uang saku atau gaji.
“Kontrak kerja di UEA berlangsung selama dua tahun dan bisa diperpanjang. Selain itu, pekerja juga dilindungi oleh asuransi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Maria.
Perusahaan yang membuka peluang kerja ini adalah ADNHA Catering, sebuah BUMN milik Pemerintah UEA yang telah direkomendasikan langsung oleh Dubes RI untuk UEA. ADNHA juga akan melakukan pemetaan kebutuhan calon pekerja migran asal NTB sebagai bagian dari kerja sama ini.
Dengan peluang besar tersebut, harapan itu kini terbuka lebar. Dari NTB, jalan menuju Timur Tengah mulai dirintis. Disnakertrans NTB berkomitmen akan memastikan, setiap langkah yang diambil bukan hanya tentang angka lowongan, tetapi juga tentang keselamatan, keterampilan, dan masa depan anak-anak muda NTB. Kini tinggal bagaimana kesiapan generasi NTB untuk mengambil peluang dan membuktikan diri di kancah dunia.




