Disnakertrans NTB, proses akreditasi LPK KAMI Mataram menjadi Lembaga terakreditasi

Upaya memperkuat kualitas dan kredibilitas lembaga pelatihan kerja terus didorong di Nusa Tenggara Barat. Salah satunya melalui pendampingan visitasi akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kompeten Akademi Muda Indonesia yang dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., Selasa (29/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Kantor LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia dan dihadiri tim asesor, pengelola, instruktur, alumni serta peserta pelatihan. Visitasi dilanjutkan dengan penilaian berbagai aspek penyelenggaraan pelatihan sebagai bagian dari proses akreditasi.
Dalam arahannya, Aidy mengapresiasi LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia yang turut memperkuat kompetensi generasi muda sekaligus membuka peluang kerja.
Menurutnya, dari sekitar 6 juta penduduk NTB, sebanyak 4,25 juta merupakan penduduk usia kerja dan 3,24 juta di antaranya masuk angkatan kerja. Kondisi ini menjadi tantangan untuk memperluas akses pelatihan dan mendorong generasi muda memiliki kompetensi serta jiwa kewirausahaan.
“Generasi muda jangan menunggu pekerjaan datang. Harus memiliki kemauan dan kompetensi. Ketika kompetensinya kuat, peluangnya bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Aidy.
Aidy menekankan pentingnya pelatihan yang sesuai dengan minat dan potensi peserta agar kompetensi yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi peluang kerja maupun usaha.
“Jangan paksa orang mengikuti pelatihan yang tidak sesuai minatnya. Kompetensi harus dibangun sesuai potensi agar bisa menjadi bekal kerja dan usaha,” katanya.
Ia berharap proses akreditasi dapat memastikan LPK memenuhi standar dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja.
Direktur LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia, Dr. (C) Ivan Suaidi, S.Sos., M.M., mengatakan pihaknya membangun lembaga tersebut dengan semangat untuk membantu generasi muda memperoleh kompetensi sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Menurutnya, sejak berdiri, pihaknya tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga mendorong proses sertifikasi sebagai pendamping kompetensi bagi peserta.
“Kami hadir dari semangat anak muda untuk membantu dan membuka lapangan pekerjaan. Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menuju sertifikasi, sehingga peserta memiliki bekal kompetensi yang dapat mendukung mereka memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Subkoordinator Bidang Uji Coba Program, Sistem dan Metode Pelatihan Vokasi dan Peningkatan Produktivitas BBPVP Bekasi, Muhammad Adenin, mengatakan visitasi dilakukan untuk memastikan LPK memenuhi standar akreditasi, baik dari sisi dokumen maupun pelaksanaan pelatihan di lapangan.
“Kami memastikan lembaga ini memenuhi standar yang ditetapkan agar memperoleh pengakuan secara formal untuk melaksanakan pelatihan,” ujarnya.




