Disnakertrans NTB Siap mengirim Magang Jepang Pasca Pelatihan tahap 1

Sebanyak 46 peserta Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026-10/KE-393 menuntaskan Pelatihan Tahap I Pra Pemberangkatan setelah menjalani pembinaan selama 58 hari. Penutupan pelatihan berlangsung di Ruang Rapat Kompetensi BPSDMD Provinsi NTB, Senin (28/9/2026).
Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur Provinsi NTB yang diwakilkan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, jajaran OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten/Kota se-NTB, jajaran Kodim 1606/Mataram, pengajar dan staf IM Japan, Ketua Ikapeksi NTB, Ketua LPK se-NTB, orang tua peserta, serta peserta program pemagangan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Pelatihan Tahap I berlangsung selama 58 hari dan diikuti 46 peserta, terdiri atas 33 peserta hasil rekrutmen November 2025, 11 peserta hasil rekrutmen Mei 2025, serta 2 peserta dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Lombok Timur.
“Selama 58 hari, peserta mendapatkan pembelajaran bahasa dan budaya Jepang, serta pembinaan fisik, mental, dan disiplin. Sebelumnya, mereka juga telah melalui seleksi administrasi, tes matematika, kesamaptaan, ketahanan fisik, wawancara, pemeriksaan kesehatan, hingga tes bahasa Jepang,” ujar Aidy.
Ia menjelaskan, seluruh proses pembinaan melibatkan guru dan staf IM Japan untuk pembelajaran bahasa dan budaya Jepang serta Kodim 1606/Mataram dalam pembinaan fisik, mental, dan disiplin. Evaluasi juga dilakukan secara bertahap, meliputi evaluasi bahasa, medical check-up, dan tes fisik.
“Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan peserta secara bertahap. Dari evaluasi bahasa 13 Agustus, 46 peserta dinyatakan lulus. Medical check-up 15 Agustus diikuti 46 peserta dengan 43 orang lulus. Evaluasi bahasa tahap kedua pada 27 Agustus menghasilkan 41 peserta lulus, 4 mengikuti remedial, dan 2 mengundurkan diri. Selanjutnya, 39 peserta mengikuti tes fisik tahap kedua pada 19 September dan seluruhnya lulus. Pada evaluasi bahasa tahap ketiga 21 September, 38 peserta lulus dan 1 peserta memerlukan pembekalan ulang,” jelasnya.
Aidy menambahkan, sebanyak 22 peserta telah menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan Jepang pada 24 September 2026 dan selanjutnya dipersiapkan mengikuti Pelatihan Tahap II di Jawa Barat sebagai bagian dari persiapan menuju pemberangkatan.
Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, Ak., berpesan agar kedisiplinan yang dibangun selama pembinaan menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan saat pelatihan.
“Belajar disiplin dari sekarang. Jangan menunggu sampai tiba di Jepang baru merubah diri,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan bahasa Jepang untuk mendukung komunikasi di tempat kerja, terutama dalam memahami instruksi dan prosedur keselamatan.
Selain kemampuan dan kedisiplinan, Abul Chair meminta peserta menjaga etika serta nama baik keluarga, daerah, dan Indonesia selama berada di Jepang. “Ketika sudah sampai di sana, tentu bukan individu-individu lagi. Bukan si Andi, bukan si Budi, bukan si Iwan, tapi Indonesia dan Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar program pemagangan tidak hanya dipandang sebagai kesempatan memperoleh penghasilan, tetapi juga sebagai ruang untuk menambah pengetahuan, keterampilan, pengalaman, disiplin, dan memahami budaya kerja.
“Berangkatlah sebagai peserta magang, belajarlah sebagai seorang murid, bekerjalah sebagai seorang profesional dan pulanglah sebagai manusia yang lebih matang dan tentu lebih berguna,” pesannya.
Para peserta juga diminta mempersiapkan mental menghadapi kehidupan di negeri orang, termasuk rasa rindu kepada keluarga, perbedaan lingkungan, makanan, cuaca, hingga tantangan pekerjaan.
“Kita berangkat bukan untuk mencari kenyamanan. Kita berangkat untuk membangun hidup yang lebih baik. Kita berangkat untuk tumbuh, untuk menjadi lebih dari yang saat ini kita jalani,” ujarnya.
Penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, kemudian dilanjutkan foto bersama pengajar IM Japan, instruktur, dan pihak terkait. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, terampil, disiplin, memiliki kemampuan bahasa dan pengalaman kerja, sekaligus membawa pengetahuan serta budaya kerja yang diperoleh di Jepang untuk dikembangkan di Nusa Tenggara Barat.





