Disnakertrans NTB Siap Sambut Calon Investor UEA yang Tertarik Kembangkan Pelatihan dan Penempatan CPMI di NTB

Mataram, 27 Mei 2025 — Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi siap menyambut kedatangan calon investor asal Uni Emirat Arab (UEA), Mr. Jaseem Ibrahim Al Ameeeri, CEO Tadbeer Life Plus, yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke NTB pada 1–4 Juni 2025 mendatang. Kunjungan ini digadang-gadang menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang pelatihan dan penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Sebagai bentuk persiapan, Disnakertrans NTB menggelar rapat koordinasi di Aula Kantor Disnakertrans Provinsi NTB. Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan strategis, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, DPMPTSP NTB, BP3MI NTB, Poltekes Mataram, Stikes Yarsi Mataram, Poltekpar Lombok, LPK Bunda Sejati, dan PT. Duta Banten Mandiri.
Plt. Kepala Disnakertrans NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., menegaskan bahwa Provinsi NTB sangat terbuka terhadap peluang kerja sama global yang dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal dan memperluas akses kerja ke luar negeri secara legal dan berkelanjutan.
“Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Ini peluang emas bagi NTB untuk menunjukkan ekosistem vokasi dan pelatihan kita yang terus berkembang pesat,” ungkap Baiq Nelly yang juga menjabat sebagai Kepala BPSDMD NTB.
Ia menjelaskan bahwa fokus utama kunjungan ini adalah penjajakan investasi dalam bidang pelatihan dan sertifikasi CPMI, serta pembentukan kemitraan strategis antara Tadbeer Life Plus dengan lembaga pendidikan vokasi di NTB.
Tadbeer Life Plus sendiri merupakan perusahaan ternama di UEA yang bergerak dalam pengelolaan dan penempatan tenaga kerja domestik, dengan reputasi kuat dalam menyalurkan pekerja migran secara profesional dan sesuai regulasi.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur, ini adalah langkah konkret dalam menjawab tantangan pasar kerja global sekaligus meningkatkan kualitas penempatan tenaga kerja NTB ke luar negeri, khususnya untuk sektor formal,” ujar Baiq Nelly.
Investasi ini diharapkan dapat membuka lebih banyak jalur pelatihan keterampilan baru, meningkatkan kuota magang luar negeri, dan memperkuat program pemagangan ke Jepang yang selama ini sudah berjalan baik. Program tersebut telah terbukti tidak hanya memberi penghasilan, tetapi juga menanamkan pengalaman dan keterampilan teknologi bagi peserta.
Dalam rapat koordinasi, Disnakertrans NTB juga memetakan lokasi strategis yang akan dikunjungi calon investor, seperti Balai Latihan Kerja Dalam dan Luar Negeri NTB, Stikes Yarsi Mataram, Poltekpar Lombok Tengah, serta beberapa SMK terpilih. Lembaga-lembaga ini diproyeksikan sebagai pusat pelatihan CPMI yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.
Selain kunjungan lapangan, Disnakertrans NTB juga akan menggelar forum diskusi intensif antara Tadbeer Life Plus dan mitra lokal. Forum ini bertujuan menyamakan visi dan memastikan bahwa lembaga pendidikan dan pelatihan di NTB siap mendukung pengembangan tenaga kerja migran berkualitas.
“Kami ingin memastikan bahwa kunjungan ini benar-benar produktif. Kami ingin calon investor melihat sendiri kesiapan kita. Tidak hanya fasilitas, tapi juga kualitas pelatihan dan semangat kolaborasi yang dimiliki NTB,” tegas Nelly.
Ia optimis bahwa kerja sama ini akan menjadi tonggak baru dalam sejarah penempatan tenaga kerja NTB ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang membutuhkan tenaga terampil di sektor formal. Dengan penguatan pelatihan dan sertifikasi, diharapkan pekerja migran NTB dapat mengisi posisi strategis, bukan hanya sebagai tenaga kerja, tapi sebagai SDM unggul yang membawa harum nama daerah.
“Kami percaya, NTB mampu menjadi model daerah pengirim pekerja migran yang tak hanya banyak, tapi juga berkualitas tinggi,” tutup Baiq Nelly penuh harap.





