Disnakertrans NTB Siapkan SMK Go Global, Dorong Lulusan Siap Kerja hingga Luar Negeri

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Disnakertrans NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menyiapkan Program Tambahan Lulusan SMK Go International” yang digelar LPKN Mataram di Hotel Idoop Mataram, Kamis (21/5/2026).
Dalam forum tersebut, Aidy memaparkan sejumlah strategi besar Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung program “SMK Go Global”, mulai dari penguatan sertifikasi kompetensi, kelas migran, pemagangan luar negeri, hingga pengembangan SMA Double Track. “Pak Gubernur mengharuskan setiap anak SMK tamat tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi kerja. Ini yang sedang kami siapkan serius melalui LSP P2,” tegas Aidy.
Ia menjelaskan, NTB saat ini menjadi penyumbang pekerja migran terbesar keempat di Indonesia, sementara Lombok Timur menjadi daerah pengirim terbesar di NTB. Kondisi tersebut mendorong Disnakertrans NTB memperkuat ekosistem pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja sejak di bangku sekolah.
Menurut Aidy, Disnakertrans NTB saat ini tengah menuntaskan penguatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P2 yang ditargetkan mulai berjalan penuh tahun ini. Program tersebut akan menggandeng SMK, BLK, LPK, serta berbagai lembaga pelatihan yang telah memiliki instruktur dan sertifikasi kompetensi. “Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu kami menggandeng HILSI, LPK, BLK, dan berbagai lembaga pelatihan agar sertifikasi kompetensi ini bisa menjangkau anak-anak SMK sampai ke daerah,” ujarnya.
Selain sertifikasi, Disnakertrans NTB juga menyiapkan konsep “kelas migran” atau “kelas go global” di sekolah-sekolah yang memiliki minat besar pada penempatan kerja luar negeri. Program tersebut akan diperkuat dengan dukungan kurikulum, pelatihan bahasa, pembentukan karakter, hingga kerja sama dengan International Organization for Migration (IOM).
“Kita ingin lulusan SMK NTB tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing secara global. Karena itu kelas go global ini akan kita backup dari sisi instruktur, kurikulum, sampai penguatan mental dan karakter,” kata Aidy.
Ia menambahkan, Disnakertrans NTB juga sedang memperluas program pemagangan ke Jepang sebagai jalur awal pengalaman kerja internasional bagi lulusan sekolah. Menurutnya, skema magang menjadi solusi karena usia lulusan sekolah belum sepenuhnya memenuhi syarat pekerja formal luar negeri. “Magang ini penting karena anak-anak bisa mendapatkan pengalaman kerja internasional sekaligus penghasilan. Ini juga menjadi pintu masuk sebelum mereka benar-benar siap bekerja di luar negeri,” jelas Aidy.
Tak hanya SMK, Disnakertrans NTB juga memperkuat program SMA Double Track bagi siswa yang tidak melanjutkan kuliah. Melalui program tersebut, siswa SMA tetap mendapatkan keterampilan kerja dan sertifikasi kompetensi agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Aidy menyebut, program Double Track yang sebelumnya telah digagas kini mulai menunjukkan hasil dengan adanya lulusan SMA yang berhasil langsung bekerja setelah tamat sekolah. “Kita melihat masih banyak lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan, sementara mereka juga belum memiliki keterampilan kerja. Karena itu SMA Double Track ini kita dorong agar anak-anak punya kompetensi dan arah setelah tamat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Aidy juga menekankan pentingnya pembangunan karakter dan soft skill bagi generasi muda NTB. Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup tanpa didukung mental, disiplin, dan karakter kerja yang baik. “Sekarang tantangan terbesar bukan hanya skill, tetapi karakter dan komitmen mental anak-anak kita. Karena itu soft skill dan character building harus menjadi bagian penting dalam kurikulum dan pelatihan,” tutup Aidy.





