Disnakertrans NTB Tutup Pelatda Tahap I, 28 Peserta Siap Magang ke Jepang

Sebanyak 28 calon pemagangan asal NTB resmi menuntaskan Pelatihan Daerah (Pelatda) Tahap I program magang ke Jepang angkatan 2025-10/ke-382. Acara penutupan digelar di Balai Latihan Kerja dan Dinas Luar Negeri (BLKDLN) Provinsi NTB dengan penuh haru dan semangat pada Kamis (02/10/2025).
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., yang hadir langsung menutup kegiatan, menegaskan bahwa kesempatan magang ke Jepang adalah gerbang emas bagi generasi muda NTB untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun masa depan.
“Dalam kesempatan tersebut, KadisnakerTrans juga menegaskan pentingnya menjaga integritas ketika nanti para peserta tersebut berangkat, bahwa kalian tidak hanya membawa nama pribadi, tapi juga keluarga, pemerintah daerah, dan bangsa Indonesia. Jadikan kesempatan ini jalan untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas masa depan.
Dalam sambutannya, Muslim menjelaskan bahwa program magang Jepang bukan sekadar pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, melainkan sarana pembelajaran yang berharga. Peserta akan mendapat pengalaman langsung tentang budaya kerja Jepang—yang terkenal menjunjung tinggi kedisiplinan, kebersihan, dan tanggung jawab—serta keterampilan teknis di perusahaan. Nilai-nilai itu diharapkan bisa menjadi bekal ketika mereka kembali untuk ikut membangun NTB.
Ia mengingatkan, setiap peserta membawa nama baik daerah dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, menjaga sikap dan menunjukkan kinerja terbaik adalah kunci keberhasilan. “Kalian adalah wajah NTB di Jepang. Apa yang kalian lakukan di sana akan menjadi cermin bagi adik-adik kalian yang kelak ingin ikut program ini,” ujarnya.
Muslim menutup sambutannya dengan dorongan motivasi. “Kesempatan ini sangat terbatas. Tidak semua orang bisa duduk di kursi yang kalian tempati hari ini. Karena itu, manfaatkanlah peluang ini dengan sebaik-baiknya. Jadilah duta NTB yang membanggakan, untuk keluarga, daerah, dan bangsa,” tutupnya.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans NTB, I Wayan Sunanta, S.STP, melaporkan bahwa dari 175 pendaftar, hanya 36 orang yang lolos mengikuti pelatihan sejak 1 Agustus 2025. Setelah serangkaian evaluasi bahasa Jepang, fisik, mental, dan disiplin, jumlah peserta yang bertahan hingga akhir adalah 28 orang.
“Peserta telah dibekali bahasa Jepang dasar, budaya kerja, hingga pembinaan fisik-mental. Selanjutnya mereka akan mengikuti pelatihan tingkat nasional di Bekasi sebelum benar-benar berangkat ke Jepang,” jelas Wayan.
Sementara itu Perwakilan IM Japan, Kawahara-san, mengungkapkan terima kasih atas dukungan Disnakertrans NTB. Ia menyampaikan bahwa program pemagangan Indonesia–Jepang telah berjalan lebih dari 30 tahun dan terus berkembang.
“Peserta dari NTB selalu menunjukkan semangat tinggi. Ke depan, program ini akan ditingkatkan dengan skema baru agar makin relevan dengan kebutuhan industri Jepang,” katanya.
Kesan mendalam juga datang dari perwakilan peserta. Ia jujur mengakui bahwa selama dua bulan pelatihan, masih banyak kesalahan yang dilakukan, mulai dari terlambat, kurang disiplin, hingga kesulitan memahami bahasa Jepang.
“Tapi kami belajar dari kesalahan itu. Kami berjanji akan lebih sungguh-sungguh, agar bisa membanggakan orang tua, NTB, dan Indonesia,” ungkapnya haru.
Dengan ditutupnya Pelatda Tahap I ini, 28 peserta NTB resmi melangkah ke tahap berikutnya. Harapan besar tersemat, agar kelak mereka pulang membawa ilmu, keterampilan, serta etos kerja Jepang untuk membangun NTB dan Indonesia.





