DISNAKERTRANS PROV. NTB MEMBERANGKATAN 18 PESERTA MAGANG JEPANG

Provinsi NTB akan memberangkatkan 18 orang peserta magang ke Jepang. Peserta ini sekaligus menjadi duta bagi daerah dan bagi Indonesia. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH Senin, 13 Desember 2021 secara resmi menutup Pelatihan Tahap I Praktik Kerja ke Jepang di LTSA NTB. 18 orang yang sudah dilatih fisik, mental, keterampilan dan etikanya dinyatakan lulus dan siap berangkat ke Jepang.
Namun sebelum itu, 18 peserta yang akan dimagangkan di sejumlah perusahaan konstruksi dan permesinan, elektronik yang ada di Jepang terlebih dahulu akan dimantabkan keahliannya di Bekasi. Seperti diketahui, melalui program kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Jepang, pemerintah memfasilitasi putra-putri terbaik NTB untuk bekerja di Jepang.
Untuk tahun 2021 ini, jumlah pendaftar pemagangan jepang ini mencapai 250 orang. Dari jumlah tersebut, penjaringan (seleksi) dilakukan langsung oleh pihak Jepang. Dalam beberapa kali tahapan seleksi, tersisa 18 orang yang dinyatakan lulus. Seleksi sangat ketat. Proses seleksi dan mempersiapkan putera – putera terbaik NTB ini memakan waktu hingga 7 bulan sampai dinyatakan siap diberangkatkan.
Seleksi pemagangan ke Jepang sangat ketat. Mereka yang lulus juga ditempa disiplin, fisik, dan mentalnya. Kodim 1606 Kota Mataram bahkan dilibatkan. Selain, melibatkan Ikatan Pengusaha Kenshuusei Indonesia (Ikapeksi). Karena itu, Gede Aryadi menekankan sangat pentingnya para peserta yang dinyatakan lulus untuk banyak bersyukur.
Salah satu bentuk kesyukuran yang ia maksudkan adalah, bagaimana para duta NTB dan Indonesia ini nantinya menerapkan seluruh bekal yang diterima selama pelatiha. Etos kerja, disiplin, dan etika terutamanya. Sebab hal itu akan mencerminkan pandangan Jepang terhadap NTB, dan Indonesia. “Jangan bawa karakternya sehariannya di sini ke Jepang. Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kalau sampai ada hal-hal yang tidak baik, artinya akan tertutup kesempatan di Jepang bagi peserta-peserta berikutnya,” kata mantan Kepala Dinas Kominfotik NTB ini.
Selain itu, peserta magang Jepang ini sekaligus diharapkan menjadi duta NTB yang akan mempromosikan seluruh potensi yang ada di NTB. kepala dinas menargetkan, seluruh peserta kembali membawa kesuksesan secara moril dan materiil. Bahkan ke depan dapat membuka usaha secara mandiri dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi lingkungannya.
Sukses ini menurutnya sangat realistis. Karena magang bekerja di Jepang menjanjikan hasil yang cukup besar. Rata-rata peserta magang juga sukses sekembalinya. Peserta magang 18 orang ini, lanjut Gede Ariadi, tidak dipungut biaya. Pelatihan-pelatihannya ditanggung oleh anggaran daerah. “Setelah selesai pelatihan, dan diberangkatkan ke Bekasi. Otomatis peserta sudah mendapat gaji. Pemberangkatan ke Jepang juga ditanggung pihak Jepang. Jadi jangan dibilang bekerja ke Jepang melalui jalur pemerintah itu harus nyogok dengan biaya besar. Tidak ada itu, pemerintah yang tanggung semuanya. Asal sudah dinyatakan memenuhi syarat kompetensi, etika dan bahasa,” jelas Gede.
Tahun 2021 ini baru 18 orang yang akan diberangkatkan. Tahun depan akan diupayakan lebih banyak lagi. Didukung kebijakan penganggaran dari DPRD NTB untuk pelatihan-pelatihan calon peserta magang ke Jepang. Program magang Jepang ini juga akan terus dilanjutkan. Harapannya, ke depan akan lebih banyak lagi putera-puteri NTB yang memenuhi syarat lulus bekerja di Jepang.





