Duka Mendalam: PMI Asal Lombok Timur Meninggal Dunia di Malaysia, Jenazah Tiba di Tanah Air Sabtu, 11 Oktober 2025

Duka mendalam kembali menyelimuti Provinsi Nusa Tenggara Barat atas berpulangnya Muhamad Kahar (31), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Otorita, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, yang meninggal dunia di Malaysia akibat kecelakaan tragis pada awal Oktober 2025.
Peristiwa yang terjadi di wilayah Batu Fahad, Malaysia ini diduga merupakan kasus tabrak lari. Kabar duka tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Gubernur NTB, yang secara langsung memerintahkan jajaran terkait untuk memastikan proses penanganan dan pemulangan jenazah almarhum berjalan cepat dan tepat.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., segera menginstruksikan jajaran teknis untuk bergerak cepat dan berkoordinasi intensif dengan BP3MI NTB, Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI), serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Berkat koordinasi yang baik antarinstansi, jenazah almarhum Muhamad Kahar telah tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid Praya Lombok pada Sabtu, 11 Oktober 2025, pukul 18.06 WITA. Tim dari Disnakertrans NTB bersama BP3MI NTB menjemput jenazah di area kargo bandara dan melakukan pengantaran ke rumah duka di Dusun Otorita, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, dengan menggunakan ambulans milik BP3MI NTB.
Setibanya di rumah duka sekitar pukul 21.30 WITA, jenazah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga, disaksikan oleh Kepala Dusun Otorita, Sirojudin. Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB menyerahkan tali asih senilai Rp5.000.000 kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian dan duka cita dari pemerintah daerah. Bantuan tersebut diterima langsung oleh kakak almarhum, Ishak.
Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Gubernur NTB dalam pernyataannya menegaskan bahwa kepergian Muhamad Kahar merupakan duka bersama bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Barat, kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Gubernur NTB dalam pernyataan resminya.
Pemerintah Provinsi NTB juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam proses pemulangan jenazah, serta mengimbau seluruh calon PMI di wilayah NTB untuk selalu menempuh prosedur penempatan yang resmi dan legal agar memperoleh jaminan keselamatan dan perlindungan hukum selama bekerja di luar negeri.
Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia sejak dari proses rekrutmen, pelatihan, hingga penempatan.
Plt. Kadisnakertrans NTB, Muslim, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB melalui Disnakertrans akan terus hadir memastikan setiap PMI asal NTB mendapatkan perlindungan yang optimal, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh proses penempatan berjalan secara prosedural dan sesuai regulasi. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi PMI sejak sebelum berangkat hingga kembali ke daerah asal,” tutup Muslim.




