January Effect, Ini 8 Saham Pilihan Mirae Asset Sekuritas

Walau masih condong tertekan, Indeks Harga Saham Kombinasi (IHSG) mempunyai potensi lebih baik pada Januari 2020 bersamaan dengan dorongan beberapa unsur, seperti penambahan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), ekspansi manufaktur, serta kembalinya investor asing.

Kepala Analisa Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya dalam laporannya menjelaskan kejadian “Efek Januari” dapat berlangsung. Salah satunya unsur pendorongnya adalah niat tarawih  pemulihan harga minyak kelapa sawit atau CPO.

Semenjak akhir September 2019 sampai 3 Januari 2020, harga CPO kuat 52 % jadi 3.057 ringgit (seputar US$745) per ton. Kenaikan harga CPO akan mengangkat mengonsumsi domestik.

“Karena itu, kami menjaga prediksi overweight pada bidang mengonsumsi,” tuturnya, Rabu (8/1/2020).

Hariyanto menerangkan mengonsumsi domestik terangkat karena kenaikan harga CPO sebab 41 % perkebunan dipunyai oleh petani kecil, atau seputar 2,9 juta keluarga. Diluar itu, bidang perkebunan berperan tertinggi pada pasar tenaga kerja, yaitu sebesar 27,3 %.

Diluar itu, January Effect bisa berlangsung bersamaan dengan ekspansi bidang manufaktur. Pada Desember 2019, HIS Markit Indonesia Manufacturing PMI naik ke level 49,5 dari bulan awalnya sebesar 48,2.

Kenaikan itu menggambarkan pemulihan moderat bagian produksi, penjualan baru, serta menambahkan persediaan. Survey Markit menjelaskan keyakinan usaha pada Desember 2019 naik ke level paling tinggi dalam 6 bulan paling akhir.

Di lain sisi, kegiatan pembelian bertumbuh bersamaan dengan penambahan keinginan domestik di akhir tahun. Mengenai, indeks produksi bertambah ke level paling tinggi sepanjang 6 bulan paling akhir.

Oleh karenanya, perusahaan meramalkan terdapatnya ekspansi pasar dengan penjualan yang tambah tinggi hingga ikut menggerakkan perkembangan produksi.

Hariyanto menjelaskan pada Desember 2019, investor asing kembali condong lakukan tindakan sesudah lakukan net sell dalam 5 bulan beruntun karena ketidakpastian perang dagang AS-China.

Pada bulan kemarin net buy asing sukses sampai US$571 juta atau Rp8 triliun. Sebaliknya, investor asing malah lakukan net sell di pasar saham beberapa negara tetangga.

Kapasitas IHSG pada Januari

Tahun Kenaikan/Penurunan IHSG IHSG

2015 +1,19% 5.289,4
2016 +0,48% 4.615,16
2017 -0,05% 5.294,1
2018 3,93% 6.605,63
2019 +5,46% 6.532,97

8 Saham Pilihan

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memastikan 8 saham pilihan pada Januari 2020, yaitu BBCA, UNVR, INDF, JPFA, MAPI, ITMG, ANTM, serta WIKA.

“Per 6 Januari 2020, saham pilihan kami bertambah 15,2 %, sedang IHSG turun 2,1 %. Berarti top picks kami melewati IHSG sebesar 17,3 %,” paparnya.

Hariyanto menerangkan fakta penentuan beberapa top picks itu. Mirae meramalkan kapasitas BBCA akan tumbuh secara baik bersamaan dengan likuiditas yang cukup.

Mengenai, UNVR serta INDF diakui bisa makin bertumbuh sebab pengembangan agresif. Di lain sisi, INDF diuntungkan dengan pemulihan harga CPO yang menyokong perkembangan laba.

Saham JPFA akan kuat karena suport pemerintah untuk bidang perunggasan, seperti dengan terus mengintensifkan pekerjaan pemusnahan suplai berlebihan. Program ini bisa mengangkat penghasilan perusahaan perunggasan pada 2020.

MAPI diuntungkan dengan kenaikan harga CPO, serta Tahun Baru China pada Januari 2020 yang tingkatkan keinginan.

Di lain sisi, ITMG serta WIKA punya valuasi yang telah lumayan murah dibanding dengan imbal hasil dividen yang lumayan besar. Mengenai, saham ANTM diuntungkan dengan kenaikan harga emas karena menghangatnya tekanan geopolitik global.

Add Comment
0 Answer(s)

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.