Gubernur Ajak Pencaker Manfaatkan Fasilitas Kartu Prakerja, Ratusan Miliar Dana disiapkan Pemerintah

Gubernur NTB, Dr.H. Zulkiflimansyah mengajak para pencari kerja untuk memanfaatkan fasilitas kartu prakerja yang telah diluncurkan pemerintah. Fasilitas itu disediakan pemerintah bagi para pencari kerja, korban PHK, eks PMI dan Pekerja yang ingin meningkatkan skillnya, dengan syarat bahwa peserta tersebut belum pernah menerima fasilitas bantuan sosial lainnya. Program kartu prakerja ini menyediakan fasilitas bantuan sebesar Rp. 3,4 juta kepada setiap peserta. Terdiri dari Rp. 1 juta wajib digunakan untuk membayar biaya pelatihan keterampilan kerja pada LPK yang kompeten dan setelah pelatihan dilakukan, maka penerima maanfaat, diberikan insentif sebesar Rp. 600 ribu perbulan, selama 4 bulan. Sehingga total dana insentif yang diterima sebesar Rp.2,4 juta
Gubernur meminta kepada seluruh jajaran pemerintah daerah terkait, khususnya Disnaker Prov/Kab/Kota dan camat dapat menyediakan layanan pendampingan khususnya bagi warga NTB yang kurang memiliki kemampuan literasi digital agar dapat mendaftar dan ikut serta dalam program.
Harapan tersebut disampaikan Gubernur Dr. Zul saat membuka sosialisasi kartu prakerja batch 18-19 secara virtual bersama direktur PMO Kartu Prakerja, Ibu Denny Purbasari, dan Narasumber Sumarna Abdurahman dan Dedi Nurcahyanto yang merupakan koordinator pengelola pada PMO kartu prakerja, Rabu,1/9/2021.
Direktur PMO Kartu Prakerja, Deni Purbasari mendorong pemerintah daerah untuk memobilisasi warga masyarakat pencari kerja untuk memanfaatkan fasilitas Kartu Prakerja pada batch berikutnya yang segera akan dibuka.
Ia mengakui NTB termasuk daerah yang baik dalam kepesertaan kartu prakerja ini. Berdasarkan catatan pihaknya, pada tahun 2020 lalu sejak batch 1 hingga 11, total warga NTB tersebar di seluruh Kabupaten/Kota yang telah menerima manfaat kartu prakerja sebanyak 107.130 orang. Dari jumlah itu, terbanyak Loteng sebanyak 32.734, kemudian Lotim 21.754, disusul Kota Mataram 16.968 orang, Lobar 15.871 orang, Kabupaten Bima, 5.173 orang. Berikutnya KLU 5.074 oranf, Sumbawa 4.818 orang, Kota Bima 1.693 orang, Dompu 1.642 orang dan KSB 1.403 orang.
Dana insentif yang telah disalurkan langsung ke peserta kartu prakerja di NTB tahun 2020 mencapai lebih dari Rp.264 milyar.

Denny Purbasari juga menyinggung capaian kartu pra kerja NTB tahun 2021 sejak batch 12 hingga batch 17 telah mencatat 55.260 orang. Kalau dikalkulasi jumlah dana insentif untuk penerima manfaat sebanyak itu mencapai angka Rp.133 milyar lebih, terangnya.
Dana tersebut diluar uang pelatihan sebesar satu juta meski biaya pelatihan tersebut langsung diambil otomatis oleh penyelenggara pelatihan.
Hal menggembirakan, kata purbasari adalah 99,10 persen pendaftar kartu prakerja di NTB telah menyelesaikan pelatihan tahap pertama. Sedangkan jenis pelatihan yang favorit diikuti peserta kartu prakerja dari NTB terbanyak adalah sektor pejualan dan pemasaran. Kemudian gaya hidup seperti fotografi, menjahit, teknik merias.
Sektor berikutnya adalah bahasa asing, khususnya inggris, korea, mandarin dan jepang. Juga sektor makanan dan minuman seperti teknik memasak, barista dan membuat pastry. Dan terakhir adalah sektor sosial seperti teknik wawancara dan komunikasi.
Jenis-jenis pelatihan tersebut, selaras dengan potensi NTB, pungkas Purbasari.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi mendorong agar kabupaten /kota juga bisa lebih gencar melakukan sosialisasi, desiminasi dan mobilisasi supaya masyarakat banyak yang bisa ikut mendaftar. Diakuinya, Disnakertrans banyak kendala yang ditemukan di lapangan diantaranya area blank spot/lemah sinyal sehingga berpengaruh terhadap akses jaringan internet.
“Untuk itu kabupaten kota kita dorong agar dilayani akses internet nya. Minimal harus ada konter kemudian juga di dinas Kominfo dan BP2MI lalu di tingkat kecamatan kecamatan agar disipakan fasilitas Internet gratis itu yang dimanfaatkan,” dorongnya.
Kendala yang juga ditemukannya yaitu minimnya pemahaman literasi digital di masyarakat. Hal ini berpengaruh pada tingginya pendaftar.
“Makanya ini menjadi tugas bersama semua stakeholder agar sama sama melakukan mobilisasi,” tegasnya. (Tim_disnakertrans).





