Gubernur Dr. Zul ajak Ummat Hindu Kompak dan bersatu mewujudkan NTB Gemilang.

Mewakili Gubernur NTB, Bapak Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH hadir pada acara Upacara Melaspas, Ngenteg Linggih, Rsi Gana dan Pujawali Pura Banjar Suka Duka Purnama Dharma BTN Sweta, Sabtu (10/12).
Sebagai Guru Wisesa, Gubernur Dr.Zul sedianya hadir langsung pada upacara yadnya ini. Dan beliau selalu meluangkan waktu untuk hadir pada setiap undangan dari ummat, termasuk begitu perhatian terhadap upacara keagamaan ummat hindu untuk simakrama/silahturahmi sekaligus menerima masukan dan mendengarkan keluh kesah dari masyakat.
“Saat ini Bapak Gubernur sedang tugas dinas di luar daerah, sehingga menugaskan kepada kami untuk menyampaikan salam hangat beliau sekaligus mengikuti prosesi yang sakral ini,” ujar mantan Kadis Kominfotik NTB dihadapan ratusan ummat Hindu dan tokoh agama yang hadir.
Aryadi mengajak krama hindu NTB untuk terus meningkatkan srada dan bhakti, memupuk semangat tolerasi dan tri kerukunan umat beragama, yakni kompak dan bersatu padu secara interen, menjaga hubungan harmonis dengan umat lain dan lingkungan sekitar, serta mendukung sepenuhnya pemerintah kita sebagai guru wisesa yang telah memberikan perhatian dan pengayoman yang begitu besar kepada kita.
“Mari kita dukung sepenuhnya program Gubernur dan pemerintah daerah untuk mewujudkan NTB Gemilang secara berkelanjutan” tutur Aryadi.
Selain meningkatkan srada dan bhakti, umat hindu juga wajib meningkatkan partisipasinya dalam pembangunan daerah. Sebagaimana ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo bahwa NTB, saat ini dan kedepan menjadi salah satu daerah pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Pembangunan NTB yang kini mengeliat diberbagai bidang dan sektor, sehingga akan banyak membuka peluang dan kesempatan baru yang bisa kita isi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahtraan masyarakat.
Untuk bisa mengisi kesempatan itu, maka anak anak muda hindu harus melengkapi diri dengan ilmu pengetahuan dan skill serta wawasan dan kemampuan membangun jaringan kemitraan, kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak.
“Kita harus keluar dari wawasan sempit, dan pintar melihat peluang ditengah persaingan yang semakin ketat ini”, pungkas Aryadi.
Ketua Banjar Purnama Dharma I Ketut Swastika Saputra menjelaskan bahwa organisasi banjar yang dipimpinnya, sast ini memiliki jumlah anggota 65 KK, dan berhasil membangun pura banjar purnama dharma berkat dukungan dana aspirasi dari anggota DPRD NTB dan Kota Mataram serta juga dari dana swadaya dari ummat Hindu.
Selain membangun pura dan pasraman untuk peningkatan srada bhakti krama hindu, banjar ini juga sudah mengembangkan usaha ekonomi produktif berupa usaha koperasi dan simpan pinjam.
Ketua Banjar Purnama Dharma menyampaikan terima kasih kepada bapak Gubernur Dr. Zul yang sangat perhatian terhadap pembinaan ummat beragama, termasuk setiap undangan krama hindu selalu beliau menyempatkan hadir. Termasuk beliau juga sangat perduli dlm merespon setiap aspirasi ummat meskipun itu disampaikan lewat media sosial.
Karenanya krama banjar purnama dharma sweta menitipkan salam lewat Kadisnakertans Provinsi NTB, agar menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur, teriring doa, semoga bapak gubernur dan keluarga senantiasa diberi kesehatan dan kesuksesan dalam memimpin NTB, dan berharap bisa silahturahmi langsung pada moment berikutnya.
Sementara itu ketua PHDI NTB , Ida Made Santhi Adnya ,SH, MH , mengungkap pentingnya moderasi beragama sebagai perekat dan pemersatu bangsa, selain meningkatkan kemaslahatan kehidupan yang harmonis, damai, dan toleran ini sarana menuju sukseskan program unggulan Pemprov NTB.





