K3 Bukan Sekadar APD (Alat Pengaman Diri), Kesehatan Psikologis Ikut Menentukan Kinerja

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menjadi narasumber pada kegiatan Penguatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diselenggarakan PT PLN Indonesia Power UPB Jeranjang dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Jumat (06/02/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Aidy menegaskan bahwa penerapan K3 merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur organisasi, mulai dari pimpinan hingga pekerja, guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
“Kepemimpinan di semua level memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja. K3 bukan hanya soal keselamatan fisik yang terlihat, tetapi juga kesehatan psikologis pekerja yang sering tidak terlihat namun sangat mempengaruhi kinerja,” ujar Aidy.
Ia menambahkan, organisasi yang kuat harus dibangun dengan visi yang jelas, perencanaan yang baik, pembagian tugas yang terukur, serta evaluasi dan apresiasi yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Aidy menekankan pentingnya peran pemimpin sebagai coach yang mampu membimbing, menjaga kerahasiaan, serta mengelola emosi dalam organisasi. Menurutnya, kolaborasi antara manajemen dan pekerja menjadi kunci dalam membangun budaya K3 yang berkelanjutan.
“Keselamatan diukur dari aspek fisik, sementara kesehatan mencakup fisik dan psikologis. Jika keduanya berjalan seimbang, maka iklim kerja yang selamat dan sehat akan tercapai,” tegasnya.
Terakhir Aidy juga mengajak seluruh karyawan untuk bekerja dengan integritas, rasa syukur, dan tanggung jawab sebagai bagian dari profesionalisme. “Bekerja dengan niat yang baik, memberikan kinerja terbaik, serta saling menjaga satu sama lain adalah bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan tempat kerja yang aman, sehat, dan produktif,” tutupnya.





