Kadis Nakertrans Lakukan Monev Ke LPK

Mataram_ Kadis Nakertrans Prov. NTB, Ibu Dra. T. Wismaningsih Drajadiah melaksanakan monev Lembaga Pelatihan Kerja Swasta, bersama Kabid. Pelatihan dan Peningktan Produktivitas Tenaga Kerja. (26/08/2020)
Kunjungan kali ini, bertempat di LPKN Mataram, yang sudah pengalaman 16 tahun dalam mendidik, melatih & menyalurkan SDM profesional berkualitas dengan kompetensi Plus di bidang Perhotelan, Manajemen & Kedirgantaraan.
LPKN ini juga mendidik siswa menjadi tenaga kerja yang profesional dan siap pakai dalam dunia kerja, serta menamkan jiwa enterpreneur pada setiap siswa.
Pemerintah mendorong Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) , untuk meningkatkan mutu layanan dan penyelenggaraan pelatihan yang berkualitas.
LPKS diharapkan dapat membantu upaya pemerintah mempersiapkan tenaga kompeten dan profesional yang dapat bersaing di tingkat global. Hal ini khususnya pada bidang digitalisasi, otomasi dan lain-lain.
“Peningkatan mutu layanan pelatihan merupakan sesuatu yang mutlak, terlebih dengan tantangan ke depan di era revolusi industri 4.0 saat ini,” tambah Wisma.
Perbaikan mutu keluaran lembaga pelatihan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, akademisi, dunia usaha dan dunia industri serta masyarakat.
“Ke depan pembangunan Indonesia akan berfokus pada SDM untuk mengelola infrastruktur yang sudah kita bangun. Kita akan melibatkan seluruh komponen dalam mencetak tenaga kerja handal termasuk LPKS ini, tentunya kebutuhan tenaga kerja KEK Mandalika yang menjadi prioritas” tutur Wisma.
Wisma pun berharap, semua lembaga pelatihan yang ada memiliki satu presepsi, visi dan misi serta berkomitmen dalam rangka peningkatan kualitas SDM Bangsa Indonesia. Peningkatan mutu lulusan LPKS yang kompeten dan berdaya saing, sebagai nilai jual strategis sesuai kebutuhan Industri.
“Saya berharap ke depan, bapak-ibu yang ada disini sebagai pelaksana, kita (pemerintah) hanya sebagai pendorong ataupun motivator yang memfasilitasi. Namun output keluaran pelatihan kualitasnya harus terjaga. Jangan sampai output pelatihan tidak diterima dipasar kerja,” jelas Wisma.




