KESIAPAN TENAGA KERJA NTB MENYAMBUT KEK MANDALIKA DAN EVENT MOTOGP

Mataram _ Dalam rangka membuka peluang pasar kerja dan mempersiapkan tenaga kerja lokal yang profesional terampil dan kompeten di wilayah Nusa Tenggara Barat sesuai dengan kebutuhan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi narasumber kegiatan e-sharing dari NTB untuk Indonesia dengan tema Menguak Lapangan Kerja Jelang MotoGP 2021 yang dilaksanakan secara virtual oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB, Selasa 26 Oktober 2020.
Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB menyampaikan kesiapan tenaga kerja NTB menyambut KEK Mandalika dan event motogp, dari estimasi total kebutuhan tenaga kerja ITDC, baru sekitar 42% kebutuhan tenaga kerja dapat di akomodir oleh jumlah calon tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan baik melalui BLK maupun LPK dan ini diharapkan menjadi prioritas perekrutan.
Kebutuhan paling banyak datang dari sektor industri. Mulai dari hotel, restoran, hingga pekerja di sirkuit. ”Inilah yang akan jadi peekerjaan rumah tersebesar saat ini,” imbuhnya.
Peluang kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terbuka lebar. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Wismaningsih Drajadiah. ”Kita siapkan tenaga kerja untuk bisa diserap di Kek Mandalika saat perhelatan Moto GP nanti,” katanya.
Dikatakan, pemetaan data dari pihak ITDC sudah diterima, tinggal menyiapkan mekanisme perekrutan, juga kualifikasi apa saja yang dibutuhkan. Rencananya, penyerapan tenaga lokal NTB untuk ITDC sendiri 69 persen. Selanjutnya 30 persen dari dalam negeri atau luar NTB, dan satu persen sisanya tenaga asing.
“Masih ada kekurangan atau gap sebesar 58% dari total kebutuhan tenaga kerja di KEK yang perlu disiapkan dan koordinasikan dengan stakeholder terkait”
Kebutuhan tenaga kerja di KEK Mandalika, dikelompokkan menjadi dua. Yakni, kebutuhan tenaga kerja tahap konstruksi dan tenaga kerja tahap beroperasi. Ia menyebutkan ada 18 proyek yang menyerap tenaga kerja di KEK Mandalika.
Masing-masing lima proyek infrastruktur AIIB, tiga proyek/pekerjaan NIA dan 10 proyek yang dikerjakan investor, berupa pembangunan utilitas, fasilitas dan hotel di KEK Mandalika. Pada tahap konstruksi membutuhkan banyak insinyur. Sedangkan pada tahap operasional, banyak membutuhkan tenaga kerja di bidang hospitality. Mulai dari food and beverage, room service, security.
Diharapkan kekurangan tersebut dapat di penuhi melalui peningkatan jumlah dan kapasitas pelatihan di BLK (Revitalisasi BLK), pemberdayaan LPK swasta, Kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, bantuan pemerintah pusat, dan instansi terkait lainnya.
Proses penempatan akan difasilitasi dan diatur sebaik mungkin melalui skema perekrutan yang adil dan transparan, Internal monitoring dan controling akan dilakukan demi mencapai target kinerja yang diharapkan.




