NTB Jadi Tuan Rumah Rakornis Transmigrasi 2025: Saatnya Kawasan Transmigrasi Naik Kelas

NTB dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi RI di Hotel Lombok Rayaselama dua hari, Jumat-Sabtu (29-30/08/2025).
Rakornis 2025 kali ini mengusung tema “Mewujudkan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi yang Berkualitas dan Berkelanjutan melalui Program 5T”. Program 5T yang dimaksud adalah Transtuntas, Translokal, Transpatriot, Transkarya Nusantara, dan Transgotongroyong.
Acara ini dibuka langsung oleh Menteri Transmigrasi RI, Dr. M. Iftitah Suleyman Surya Negara S.H, M.A, dan dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi, Komisi V DPR RI, pejabat utama kementerian, lembaga serta lebih dari 380 peserta dari 34 provinsi dan 93 kabupaten/kota. Hadir pula Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri S.E., M.IP, yang mewakili Gubernur NTB.
Dalam pembukaannya, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, S.H, MA menegaskan bahwa program transmigrasi kini telah bertransformasi. Tidak lagi sebatas memindahkan penduduk, tetapi membangun kawasan ekonomi dengan pendekatan industrialisasi dan hilirisasi.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan khusus agar transmigrasi jadi motor pemerataan pembangunan. Itu sebabnya, tahun ini Kementerian mengirim 2.000 anggota Tim Ekspedisi Patriot ke 154 kawasan transmigrasi, termasuk NTB. Mereka adalah mahasiswa, sarjana, hingga guru besar, yang akan melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi di daerah.
“Kehadiran Tim Patriot harus dimanfaatkan maksimal oleh daerah, termasuk NTB, untuk memetakan potensi unggulan seperti pertanian, perikanan, hingga pariwisata,” jelas Mentrans.
Wakil Gubernur NTB dalam sambutannya menegaskan bahwa program transmigrasi di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa, masih sangat relevan untuk pemerataan pembangunan dan penciptaan lapangan kerja.
“Kami berharap NTB tetap menjadi prioritas dalam program transmigrasi nasional, karena ini bukan sekadar pemindahan penduduk, tetapi menghadirkan harapan baru bagi masyarakat,” kata Wagub.
Plt. Kepala Disnakertrans NTB, Baiq Nelly Yuniarti, A.P, M.Si, menegaskan bahwa penunjukan NTN sebagai tuan rumah bukan sekadar kehormatan, melainkan peluang strategis.
“Di NTB ada empat kawasan transmigrasi prioritas: Tambora di Bima, Labangka di Sumbawa, Tongo Sekongkang di Sumbawa Barat, serta Selaparang di Lombok Timur. Empat kawasan ini punya potensi luar biasa untuk jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Nelly menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan kementerian, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk menjadikan kawasan transmigrasi sebagai kawasan terintegrasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal sekaligus membuka peluang bagi transmigran baru.
“Transmigrasi di NTB harus naik kelas. Dari sekadar pemukiman, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memberi kepastian hidup lebih baik bagi masyarakat.” pungkasnya.




