PERKUAT POLIS TRANS; DISNAKERTRANS GANDENG 500 PESERTA PELATIHAN VOKASI DAN MITRA STRATEGIS

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat NTB terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui rekayasa kolaborasi multisektor bertajuk POLIS TRANS. Langkah nyata sinergi tersebut diwujudkan dalam acara pembukaan rangkaian Pelatihan Vokasi Berbasis Kompetensi tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja, Kamis (10/09/2026).
Kegiatan strategis ini menghadirkan sekitar 500 perwakilan peserta pelatihan vokasi bersama jajaran mitra strategis, mulai dari BPVP Lombok Timur, BP3MI NTB, instansi pendidikan, hingga lembaga pelatihan kerja (LPK) dan dunia usaha/dunia industri (DUDI).
Mewakili Gubernur NTB, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abdul Chair, Ak., menyampaikan apresiasinya atas penguatan sinergi ini. Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pelatihan tidak sekadar dari jumlah peserta yang dilatih atau lembaran sertifikat yang diterbitkan, melainkan dari sejauh mana lulusannya mampu bekerja, berwirausaha, dan meningkatkan pendapatan.
“Sertifikasi harus menjadi ‘paspor kompetensi’ yang diakui industri. Pelatihan tidak boleh berdiri di ruang kelas saja, tetapi harus menempel pada potensi ekonomi daerah. Melalui prinsip NTB Terampil dan Tangkas, kita ingin memastikan anak-anak kita dibekali keterampilan yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja,” ujar Abdul Chair dalam arahannya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penguatan program POLIS TRANS menjadi kunci utama dalam memadukan berbagai program pelatihan secara terintegrasi bersama para mitra.
Istimewanya, dalam momentum ini Disnakertrans NTB juga resmi menjalankan pelatihan dengan standar lisensi Lembaga Sertifikasi Profession P2 (LSP-P2) dari Badan Nasional Sertifikasi Profession (BNSP) yang baru saja diterima.
“Melalui wadah POLIS TRANS ini, kita padukan seluruh program pelatihan vokasi, mulai dari Upskilling Alumni SMK dengan sertifikasi P2, Pelatihan Vokasi Nasional bersama BPVP Lombok Timur, SMA Double Track, SMK Go Global, hingga Mobile Training Unit (MTU) Desa Berdaya,” papar Aidy.
Lebih lanjut Aidy menambahkan, Disnakertrans NTB juga memberikan terobosan baru dengan membekali para instruktur dan calon pekerja migran asal NTB materi muatan lokal, seperti kebudayaan, destinasi wisata, dan kalender kegiatan daerah.
“Sebelum diberangkatkan ke luar negeri melalui program SMK Go Global, anak-anak kita dibekali agar bangga dan cinta dengan NTB. Sehingga di negara penempatan, mereka tidak sekadar menjadi duta devisa, melainkan juga bertindak sebagai duta budaya dan duta pariwisata untuk mewujudkan NTB Makmur Mendunia,” pungkas Aidy.





