Tahun Ini Disnakertrans NTB, Programkan Pelatihan 1000 Calon Tenaga Kerja Terlatih

Menyambut Penetapan NTB sebagai salah satu destinasi super prioritas nasional, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus berbenah untuk menyiapkan SDM tenaga kerja lokal terlatih. Yakni tenaga kerja yang memiliki kompetensi terampil atau profesional sehingga bisa mengisi pasar kerja yang terbuka lebar dari hadirnya sejumlah proyek dan event nasional bahkan internasional di KEK Mandalika dan multiplayer efeck yang mengikutinya di seluruh wilayah NTB.
Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE.,M.Sc., senantiasa mengingatkan Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi untuk lebih cepat dan sigap mengantisipasi kebutuhan pasar kerja. Dengan ditetapkannya NTB sebagai daerah superprioritas, kata Gubernur Dr. Zul tentu tidak saja akan menghadirkan banyak proyek dan event budaya, pariwisata dan ekonomi berskala besar di daerah ini. Tetapi juga membuka kesempatan kerja dan peluang usaha yang akan menyerap tenaga kerja yang cukup banyak.
Sehingga untuk bisa mengisi peluang usaha dan kesempatan tersebut, menurut Gubernur Dr. Zul, maka SDM dari putra-putri NTB harus disipakan. “Mereka harus bisa menjadi pelaku utama, dan tidak boleh menjadi penonton”, tegasnya. Sehingga sangatlah diperlukan pelaksanaan program pelatihan kerja berbasis kompetensi terampil sebagai media bagi masyarakat untuk mengupgrade kapasitasnya.
“Disnakertrans harus berkolaborasi bersama stakeholder terkait untuk menyiapkan semua ini”, ujarnya disela sela mendampingi Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah pada acara pembukaan Pelatihan Kerja berbasis Kompetensi terampil di BLK Kementrian Tenaga Kerja di Lombok Timur, beberapa waktu yang lalu.
Menindaklanjuti arahan Gubernur tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Gede Putu Aryadi, S.Sos.MH mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 ini, pihaknya telah memprogram pelatihan kerja yang menyasar 1000 orang calon tenaga kerja berbasis kompeten/terampil. Diantaranya melalui bidang pelatihan dan produktivitas kerja, telah diprogramkan 50 paket pelatihan kerja pola magang, untuk menciptakan tenaga-tenaga kerja siap kerja dibidangnya.
Dijelaskannya, dari 50 paket pelatihan pola magang itu, masing-masing paket terdiri dari 10 orang peserta dari putra-putri NTB, lulusan SLTA/SMK dan para Sarjana yang belum bekerja. Total peserta pelatihan pola magang ini, yang pendanaannya bersumber dari alokasi Dana Dekon Provinsi NTB tahun 2021 adalah sebanyak 500 orang.
Pelatihan pola magang tersebut, menyasar 5 sektor lapangan kerja, yakni Sektor Pariwisata; Perbankan; Manufactur; Perikanan dan Kelautan serta Retail Modern. Pemprov NTB juga mendapat tambahan luncuran dari dana dekon Pusat, 9 paket untuk pelatihan pola magang sektor pariwisata, khusus di KEK Mandalika.
Dari 50 paket pelatihan para pekerja siap kerja tersebut, hingga saat ini telah dilaksanakan 30 paket, selebihnya akan dilaksanakan setelah libur lebaran ini. Selama mengikuti pelatihan, para peserta selain diberikan materi dan praktek kerja yang dibimbing oleh para instruktur yang profesional, juga diberikan uang transport dan uang makan/uang saku.
Selain pelatihan kerja pola magang tersebut, juga diprogramkan 30 paket pelatihan kerja kejuruan/berbasis kompetensi untuk mengisi pasar kerja industri yang dilaksanakan oleh Balai Latihan Kerja Dalam dan Luar Negeri (BLKDLN) Dinas Tenaga dan Transmigrasi Provinsi NTB di Dasan Cermen Mataram.
Adapun dari 30 paket pelatihan kerja kejuruan tersebut, dilaksanakan melalui dua pola yakni 26 paket dilaksabakan didalam kelas di BLK dan 4 paket dengan pola Mobile Training Unit (MTU), dimana tiap-tiap paket diikuti oleh 16 orang, sehingga tenaga yang dilatih di BLK tahun ini sebanyak 480 peserta.
Pelatihan kejuruan yang dilaksanakan meliputi : permesinan Otomotif (Roda dua dan Roda 4); Las; listrik dan AC; Menjahit ; Pariwisata; Komputer; dan Tenaga Administrasi, dengan rata-rata waktu pelaksanaan pelatihan selama 33 hari. Para peserta yang telah lulus pelatihan akan mendapatkan sertifikat kelulusan dari BLK dan juga sertifikat kompetensi dari LTSP.
Demikian juga sektor-sektor lain terus didorong menyiapkan SDM tenaga kerjanya, termasuk kerja sama dengan sektor swasta. Misalnya perindustrian melalui program inkubasi bisnis, pelatihan interpreneurship, Koperasi dan UMKM, Perdagangan, Dekranasda dan lain-laib, semuanya bergerak untuk mengisi peluang bisnis kedepan. (Tim)





