Tindak Lanjuti K3 Polis Trans; Dorong CPMI NTB jadi Duta Budaya dan Pariwisata

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB kini tidak hanya disiapkan sebagai tenaga kerja terampil di luar negeri, tetapi juga diproyeksikan menjadi “Duta Budaya dan Pariwisata” di kancah internasional.
Langkah terobosan ini diwujudkan melalui kunjungan kerja strategis Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., ke Dinas Pariwisata serta Dinas Kebudayaan Provinsi NTB pada Selasa (08/09/2026).
Kunjungan kerja yang merupakan bagian dari tindak lanjut Kesepakatan Koordinasi Kerja (K3) Polis Trans (Program Kolaborasi Kemitraan Lintas Sektor Transformatif) ini dipimpin langsung oleh Kadisnakertrans NTB dengan memboyong tim dari Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja (Lattas) serta Balai Latihan Kerja (Skill Center) Provinsi NTB.
Melalui sinergi ini, kurikulum pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di lembaga pelatihan (LPK/BLK) kini resmi diperkaya. Tak lagi sebatas keterampilan kerja dan penguasaan bahasa asing, CPMI juga bakal dibekali pengetahuan seputar destinasi wisata unggulan, kalender event daerah, hingga kekayaan tradisi lokal.
Kadisnakertrans NTB, Dr. H. Aidy Furqan, mengungkapkan bahwa aktivitas PMI yang aktif mendokumentasikan keseharian mereka di media sosial saat berada di luar negeri memiliki potensi besar yang bisa diarahkan untuk promosi daerah.
“Jangan sampai mereka berangkat hanya membawa keterampilan kerja dan bahasa. Melalui K3 Polis Trans, kita berikan nilai tambah berupa wawasan pariwisata dan kebudayaan. Ketika bertugas di negara penempatan, mereka bukan hanya pahlawan devisa, tetapi juga bertindak sebagai Duta Promosi Daerah yang mengenalkan keindahan Lombok dan Sumbawa kepada dunia,” tegas Aidy Furqan.
Selain promosi wisata, sisi pembekalan karakter dan muatan lokal menjadi poin krusial yang digarap bersama Dinas Kebudayaan. CPMI dibekali pemahaman mendalam terkait tradisi Sasak, Samawa, Mbojo, Dompu, hingga kekayaan wastra dan kuliner daerah. Yang tak kalah penting, nilai-nilai luhur masyarakat NTB seperti kejujuran, kedisiplinan, keramahan, dan sikap saling menghormati turut ditanamkan sebagai benteng jati diri.
“Pembekalan budaya ini penting agar PMI tetap memiliki jati diri dan ketahanan moral yang kuat. Ketika berinteraksi sehari-hari di negara penempatan, mereka hadir membawa citra bangsa yang berbudaya luhur,” tambah Aidy.
Program Kolaborasi Kemitraan Lintas Sektor Transformatif (Polis Trans) antarinstansi Pemprov NTB ini menjadi angin segar dalam penyiapan SDM berkualitas. Langkah konkrit ini diharapkan melahirkan para PMI yang berdaya saing global, berkarakter kuat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam membawa semangat NTB Makmur Mendunia.





