Zoom Meeting : Solusi refocusing terhadap pilar pembangunan ekonomi dimasa pendemi covid-19

Mataram_ Bappeda Prov. NTB melaksanakan daring workshop integrasi tujuan SDGs dalam masa pandemi covid-19. Kegiatan ini langsung dihadiri Ibu Kadis Nakertrans Prov. NTB, Dra. Wismaningsih Drajadiah sebagai narasumber di ruang rapat Pimpinan Disnakertrans Prov. NTB.(09/07/2020).
Dalam kesempatan tersebut Kadisnakertrans Provinsi NTB menyampaikan Solusi Refocusing terhadap Pilar Pembangunan Ekonomi dimasa Pandemi Covid-19 dalam tujuan Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak dengan Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja, Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja, Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan, Pengawasan Ketenagakerjaan dan Pengembangan Wilayah Transmigrasi.
Sesuai dengan sasaran SDGs, Disnakertrans Prov. NTB berkontribusi pada pembangunan ekonomi pilar ke-2 yaitu pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi.
Terdapat 7 indikator dalam rangka mencapai sasaran tersebut mulai dari : Mempertahankan pertumbuhan ekonomi per kapita sesuai dengan kondisi nasional dan khususnya, setidaknya 7 persen pertumbuhan produk domestik bruto per tahun di negara kurang berkembang; Mencapai tingkat produktivitas ekonomi yang lebih tinggi, melalui diversifikasi, peningkatan dan inovasi teknologi, termasuk melalui fokus pada sektor yang memberi nilai tambah tinggi dan padat karya; Menggalakkan kebijakan pembangunan yang mendukung kegiatan produktif, penciptaan lapangan kerja layak, kewirausahaan, kreativitas dan inovasi, dan mendorong formalisasi dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk melalui akses terhadap jasa keuangan; Pada Tahun 2030, mencapai pekerjaan tetap dan productif dan pekerjaan yang layak bagi semua perempuan dan laki-laki, termasuk bagi pemuda dan penyandang difabilitas, dan upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya; Pada Tahun 2020, secara substansial mengurangi proporsi usia muda yang tidak bekerja, tidak menempuh pendidikan atau pelatihan; Pada Tahun 2030, menyusun dan melaksanakan kebijakan untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja dan mempromosikan budaya dan produk lokal; dan Memperkuat kapasitas lembaga keuangan domestik untuk mendorong dan memperluas akses terhadap perbankan, asuransi dan jasa keuangan bagi semua.
Kondisi Ketenagakerjaan di NTB berdasarkan Rilis BPS Agustus 2019, penduduk yang bekerja sebanyak 2.387,04 ribu orang, bertambah sekitar 232,92 ribu orang atau sebesar 10,81 persen. Persentase penduduk yang bekerja pada kegiatan informal turun sebesar 0,77 persen poin dibanding tahun 2018.
Bencana gempa yang terjadi pada Agustus 2018 menyebabkan berkurangnya wisatawan yang datang ke NTB, hal tersebut berpengaruh pada berbagai sektor sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan pengangguran. Namun demikian setelah pasca gempa, NTB telah berbenah, maraknya pembangunan fisik terutama di wilayah gempa serta dan bangkitnya sektor-sektor lapangan usaha yang terkait dengan pariwisata mengakibatkan penurunan pengangguran di tahun 2019 karena banyak penduduk yang terserap ke pasar kerja, terutama pada sektor kontruksi, informasi dan komunikasi dan penyediaan akomodasi makan dan minum.
Dalam satu tahun terakhir (2018-2019), Secara absolut pengangguran bertambah sekitar 1.260 ribu orang, akan tetapi kenaikan pengangguran jauh lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan jumlah penduduk yang bekerja sehingga TPT turun sebesar 0,3 persen poin dari 3,72 persen (Agustus 2018) menjadi 3,42 persen pada Agustus 2019.





